magista scarpe da calcio Rampok Kromengan Ditembak Mati


Rampok Kromengan Ditembak Mati

 
MALANG – Pelarian Bambang Susanto, 36 tahun, dari buruan polisi berakhir. Jumat (6/10) sore lalu, warga Dusun/Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Jember ini, ditembak mati Tim Buser Polres Malang. Ia terlibat kasus perampokan yang terjadi pada21 Juli 2014 lalu, di rumah Drs Jupri, warga Desa Jatiketo, Kecamatan Kromengan.
Polisi terpaksa melepaskan tembakan, karena Bambang berusaha melawan saat akan ditangkap. Dengan menggunakan sebilah pisau, Bambang menyerang petugas. Meskipun sebelumnya petugas sudah tiga kali memberi tembakan peringatan ke udara.
“Apa yang dilakukan oleh anggota sudah sesuai prosedur. Anggota sudah meringatkan dengan tiga kali tembakan ke udara. Karena pelaku melawan dan mengancam keselamatan anggota, maka petugas terpaksa melepaskan tembakan,” jelas Wakapolres Malang, Kompol Decky Hermansyah.
Perampokan di rumah Drs Jupri, terjadi pada sore hari. Saat itu di rumah hanya ada Maftutah, istri korban dan seorang pembantunya. Pelaku berjumlah lima orang, tiga masuk ke dalam dengan berpura-pura ingin membeli mobil.
Sedangkan dua lainnya menunggu di luar. Kebetulan selain guru, korban juga membuka usaha jual beli mobil.
Ketika berada di dalam rumah itulah, ketiga pelaku langsung menyekap istri dan pembantu korban. Mereka diikat di dalam ruang dapur. Setelah itu, pelaku kabur dengan membawa beberapa barang berharga. Diantaranya adalah mobil Avanza N 857 DV serta Rush N 818 DE.
Dari kejadian perampokan tersebut, polisi langsung menyelidiki dan memburu pelakunya. Selang beberapa hari, satu dari lima pelakunya berhasil diamankan. Yakni Anas, warga Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung. Anas yang diketahui sebagai otak dan penunjuk jalan ini ditangkap saat bersembunyi di Bali.
“Berdasarkan keterangan pelaku yang sudah tertangkap itulah (Anas, red), kami mendapatkan beberapa nama pelaku lainnya, salah satunya adalah Bambang Susanto,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu, sembari mengatakan akan memburu tiga pelaku lain yang sampai saat ini masih kabur.
Jumat sore lalu, ketika petugas melakukan penyelidikan ke wilayah Jember, mendapati Bambang Susanto, sedang duduk di sebuah pos Dusun Blater, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu. Petugas pun langsung turun untuk melakukan penyergapan. Namun Bambang yang melihat kedatangan polisi, memilih kabur.
Petugas memberikan tembakan peringatan pertama ke udara. Namun Bambang masih tetap berlari sembari mengeluarkan pisau. Petugas mencoba mendekati, tetapi Bambang tetap nekat dengan menyerang petugas. Saat itulah, kembali tembakan peringatan kedua diberikan.
Tetapi nyali Bambang masih saja besar. Ia kembali menyerang dan berusaha kabur sembari melempar pisau. Selanjutnya petugas kembali memberi peringatan ketiga. Karena tidak diindahkan, terpaksa petugas melepaskan tembakan tepat mengenai punggung.
Melihat Bambang tersungkur, petugas lantas mendekat dan segera membawanya ke Klinik Rawat Inap Pratama ‘Harapan Bersama’ Jember. Namun dalam perjalanan ke rumah sakit, nyawa Bambang sudah tidak tertolong.
“Jenazah sudah kami serahkan kepada keluarganya,” sambung Decky Hermansyah.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top