PG Kebonagung Minta Tumbal

 
MALANG – Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Pakisaji, kembali meminta tumbal. Seorang karyawannya tewas setelah tergencet bagian mesin penggilingan, Sabtu (7/10) pagi kemarin. Korbannya adalah Yaspar, 54, warga Jalan Sidodadi, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji.
Yaspar ini merupakan koordinator teknik di Stasiun Penggilingan PG Kebonagung. Ia sudah bekerja puluhan tahun. Bahkan tahun depan (2018, red) ia akan pensiun. Masa persiapan pensiun (MPP) pun juga sudah disiapkan.
“Korban meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit. Pihak keluarga tidak mengizinkan untuk otopsi, dan sudah menerima kematiannya dengan membuat surat pernyataan,” jelas Kapolsek Pakisaji, AKP Suyoto.
Peristiwa yang sempat menggemparkan karyawan dan pekerja lainnya ini, terjadi pukul 08.00. Tepatnya di dalam area Stasiun Gilingan PG Kebonagung. Pagi itu, korban sedang memperbaiki salah satu mesin giling yang rusak. Ada lima mesin giling di dalam area tersebut, yang rusak adalah mesin nomor empat.
Supaya mesin bisa difungsikan lagi, harus mengganti pinion dan pemasangan fiendes fleksibel kopling. Karena berat alat tersebut hampir sekitar dua ton, maka untuk mengangkatnya menggunakan crane. Di tengah pengerjaan itulah, ketika sudah terangkat setengah, tiba-tiba salah satu seling crane putus.
Akibatnya fiendes fleksibel tersebut terguling dan langsung menimpa tubuh korban. “Saat itu, dia (korban, red) sempat berusaha lari. Tetapi masih saja tetap tertimpa,” tutur Agus Wahyudi, Kasi Umum PG Kebonagung.
Mengetahui kejadian itu, pekerja lainnya lantas berusaha mengangkat fiendes dengan crane lainnya. Selanjutnya segera membawa tubuh korban yang masih bernyawa ke Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan, Kota Malang. Dalam baru beberapa menit mendapat perawatan, nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa tersebut, oleh pihak PG Kebonagung lantas dilaporkan ke petugas Polsek Pakisaji. Bersama dengan Tim Identifikasi Polres Malang, selanjutnya melakukan olah TKP. Polisi juga sudah membujuk keluarga korban untuk proses otopsi, namun keluarga korban tidak berkenan.
“Korban ini sudah mau pensiun tahun depan. Mesin giling yang rusak itu sudah sejak lima hari lalu. Tadi (kemarin, red) setelah diperbaiki mau dipasang lagi. Kemungkinan selingnya aus sehingga putus saat digunakan mengangkat. Padahal beban crane maksimal 50 ton, namun hanya dibuat mengangkat sekitar 2 ton putus,” terang Agus Wahyudi.
Ditambahkan Agus, bahwa pihak PG Kebonagung akan memberikan semua yang menjadi hak korban. Selain santunan dan asuransi, juga BPJS kecelakaan kerja. “Termasuk uang pensiun juga akan kami serahkan kepada keluarga. Kalau uang pensiun lumayan cukup besar sekitar Rp 400 juta,” bebernya.(agp/jon)

Berita Lainnya :

loading...