Polisi Usut Kelalaian Kecelakaan Kerja di PG Kebonagung


 
MALANG – Kasus kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan PG Kebonagung, Sabtu (7/10) lalu terus diselidiki oleh polisi. Sekalipun pihak keluarga korban, menolak otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Pasalnya, polisi menduga ada unsur kelalaian dari pihak perusahaan.
“Kami terus selidiki kasusnya. Sudah empat orang saksi dari PG Kebonagung yang kami minta keterangannya,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu, sembari mengatakan bahwa kasusnya diambil alih Satreskrim Polres Malang.
Menurut Azi, kecelakaan kerja seperti itu sudah dua kali terjadi. Kejadian pertama beberapa tahun lalu, dan mengakibatkan seorang pekerja tewas. 
“Ini adalah kejadian yang kedua kalinya. Makanya kami menduga ada unsur kelalaian, hingga peristiwa yang sudah terjadi terulang lagi,” tutur Azi.
Apalagi dari hasil olah TKP, didapati bahwa tidak ada safety untuk karyawan. Termasuk pengawasan terhadap alat berat yang digunakan untuk perbaikan, juga tidak dilakukan oleh perusahaan.
Sementara itu, keterangan dari beberapa warga sekitar, mengatakan bahwa setiap tahun selalu ada korban jiwa di dalam area PG Kebonagung. Pada 2013 lalu, justru empat orang pekerja tewas bersamaan saat membersihkan sisa produksi gula. Diduga, mereka tewas setelah menghirup uap racun zat kimia dari mesin yang sedang dibersihkan.
“Setiap tahun pasti ada saja kejadian orang meninggal akibat kecelakaan kerja. Baik itu karyawan PG Kebonagung sendiri, ataupun pekerja lepas,” jelas salah satu warga sekitar yang namanya enggan disebutkan.
Bahkan, awal giling lalu menurut warga lainnya, ada dua orang yang meninggal di area PG Kebonagung. Namun peristiwa tersebut lolos karena tidak sampai dilaporkan ke polisi. Terkait kematian dua orang warga Kecamatan Wagir itu, Agus Wahyudi, Kasi Umum PG Kebonagung sempat membenarkan.
“Kalau itu kejadian tidak di dalam pabrik. Korban yang meninggal adalah pekerja harian lepas, karena jatuh terpeleset,” ucap Agus Wahyudi.
Seperti diberitakan kemarin, Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Pakisaji, kembali meminta tumbal. Seorang karyawannya tewas setelah tergencet bagian mesin penggilangan. Kobannya adalah Yaspar, 54, warga Jalan Sidodadi, Desa Kebonagung, Pakisaji.
Kejadian terjadi Sabtu pagi pukul 08.00, di dalam area Stasiun Gilingan PG Kebonagung. Berawal ketika korban memperbaiki salah satu mesin giling yang rusak. Ada lima mesin giling di dalam area tersebut, yang rusak adalah mesin nomor empat.
Supaya mesin bisa difungsikan lagi, harus mengganti pinion dan pemasangan fiendes fleksibel kopling. Karena berat alat tersebut hampir sekitar dua ton, maka untuk mengangkatnya menggunakan crane.
Di tengah pengerjaan itulah, ketika sudah terangkat setengah, tiba-tiba salah satu seling crane putus. Akibatnya fiendes fleksibel tersebut terguling dan langsung menimpa tubuh korban. (agp/jon)

Berita Lainnya :