Sehari, Dua Kebakaran


 
MALANG – Dua kebakaran terjadi dalam sehari di Kota Malang. Dini hari kemarin, rumah Djumadi Jalan Sanan XI nomor 1 RT 07 RW 15 Purwantoro dilalap api. Tak lama berselang, 8 jam kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB siang, rumah Jalan Bandara Narita RT 06 RW 11 Cemorokandang, juga terbakar.
Kejadian terbakarnya rumah di sentra industri kripik tempe, diduga akibat kebocoran gas.
“Dugaan sementara, ada kebocoran gas dari elpiji di dalam rumah yang tidak terdeteksi oleh pemilik rumah. Sehingga, tahu-tahu sudah muncul api besar di ruang produksi tempe milik bapak Djumadi,” kata Kapolsek Blimbing, Kompol Slamet Riyadi kepada Malang Post, kemarin.
Djumadi sedang tertidur lelap ketika merasakan ada hawa panas di rumahnya. Pukul 03.00 WIB, dia bangun dan mendekati pusat panas. Betapa kagetnya dia, melihat kobaran api yang sudah menyala-nyala di ruang produksi tempenya. Dengan alat seadanya, dia berupaya keras memadamkan api.
Dia juga berteriak minta tolong dan didengarkan oleh warga sekitar. Empat unit pemadam dari UPT Damkar Kota Malang meluncur ke lokasi kebakaran selang beberapa saat kemudian. Selama kurang lebih tiga puluh menit, petugas damkar langsung menyemprotkan air untuk menghalau si jago merah.
“Kami mengimbau warga agar hati-hati, jika sudah mencium ada bau gas, segera buka regulator, buka jendela lebar dan jangan sampai menyalakan api. Tidak ada korban dalam peristiwa ini,” tegas Slamet.
Api menghanguskan bagian ruang pembuatan kripik tempe berukuran 5 meter kali 2 meter. Ruang penyimpanan tempe berukuran 4 kali 4 meter juga terbakar.
“Sehari biasanya bisa memproduksi tempe hingga 1,5 kwintal,” ungkap Djumadi kepada petugas. Selain ruangan usahanya, kebakaran merusak peralatan di dalam rumah.
Seperti penggilingan tempe, tong perendaman kedelai, satu kipas angin, pipa pembuangan air, pintu kamar mandi, kompor dan 3 buah tabung gas. Kerugian diprediksi mencapai Rp 25 juta karena memperhitungkan biaya pendapatan sehari-hari, termasuk kerusakan alat-alat dan terbakarnya fisik bangunan.
Sementara, kebakaran di Jalan Bandara Narita, diduga berawal dari lilin yang diletakkan di atas meja belajar.
“Pemilik rumah atas nama Ida, meninggalkan rumah untuk menjenguk saudaranya di RS. Rumah dalam keadaan kosong. Pemilik lupa kalau masih ada lilin yang menyala di dalam rumah,” kata Jose Bello, kepala UPT Damkar Kota Malang kepada Malang Post.
Sekitar pukul sembilan pagi, terjadi pemadaman listrik di perumahan ini. Pemilik rumah menyalakan lilin di atas meja belajar. Setelah itu, dia meninggalkan rumah untuk besuk.
Tak disangka, sekitar pukul 11.30 WIB, tetangga sekitar melihat kepulan asap hitam dari dalam rumah. Warga langsung berjibaku memadamkan api sebelum kedatangan 5 unit mobil pemadam.
Rumah di Cemorokandang dalam kondisi rusak dan membuat penghuninya mengungsi. Kepala BPBD Kota Malang, J Hartono menyebut akan ada logistik yang diantar kepada korban kebakaran.
“Kita kirim logistik selama pemilik rumah mengungsi,” tutup Hartono.(fin)

Berita Lainnya :