Pengasuh Pondok Pesantren, Cabuli Santriwati Lagi

 
MALANG - Tidak kapok dengan penyerbuan yang dilakukan warga dan keluarga santriwati pada bulan September tahun 2008 lalu. Nur Hasani, 54 tahun, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Dusun Bendorejo, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang kembali mencabuli santriwatinya.
Dari 16 Santriwati yang menjadi muridnya, Nur Hasani mencabuli lima santriwati. Termasuk salah satunya adalah ND, 17, salah satu Santriwati yang berasal dari Jawa Tengah (Jateng). 
Terungkapnya perbuatan bejat Nur Hasani ini berawal dari warga yang memergoki aksi bejat Nur Hasani ini. Ia memanggil ND ke rumahnya yang letaknya bersebelahan dengan Pondok Pesantren yang diasuhnya, pada 29 September 2017 lalu sekitar pukul 09.30.
Warga kemudian beramai-ramai mendatangi rumah Nur Hasani untuk mengkonfirmasi perbuatannya tersebut. Hingga akhirnya situasi memanas dan tidak terkendali. Khawatir terjadi amuk massa, polisi pun memboyong Nur Hasani ke Mapolsek Ngantang.
Di Mapolsek ini Nur Hasani diperiksa selama semalaman, kemudian ia diboyong ke unit PPA, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu. Dari pemeriksaan tersebut terungkap bahwa Nur Hasani telah mencabuli ND mulai bulan Juli tahun 2016 hingga terakhir hari Jumat 29 September tahun 2017 .
Dari pemeriksaan tersebut juga terungkap, tidak hanya ND yang dicabuli berulangkali, namun empat santriwati lainnya yang seluruhnya berasal dari luar Jawa Timur  juga diperlakukan sama. Mereka dipanggil ke rumah induk, begitu sebutan Santriwati menyebut rumah Nur Hasani, secara bergantian.
"Para korban ini ditelepon oleh tersangka, kemudian disuruh ke rumah tersangka. Di tempat inilah terjadilah perbuatan asusila. Modusnya para korban diberitahu cara agar cepat menghapal ilmu Al Quran, supaya korban cepat bisa menghafalkannya," ujar AKP Dzaki Dzul Karnaen, Kasat Reskrim Polres Batu mendampingi Kompol Nurmala, Wakapolres Batu, kemarin.
Awalnya, Nur Hasani hanya menciumi, kemudian meraba-raba, hingga akhirnya para korban beberapa kali disetubuhi oleh Nur Hasani. 
Selain menangkap tersangka Nur Hasani, polisi mengamankan beberapa barang bukti, berupa sebuah bantal, sebuah boneka serta baju yang dikenakan oleh korban. Saat peristiwa terjadi, istri dan anak-anak tersangka Nur Hasani tidak berada di rumah. Sengaja, Nur Hasani melakukannya saat keadaan rumah dalam kondisi sepi. 
Dzaki menegaskan bahwa tersangka Nur Hasani memang adalah pengasuh Pondok Pesantren, selain mendirikan di Ngantang, ia pernah mendirikan Pondok Pesantren di Palembang dan Semarang.
"Tahun 2008 dia pernah berurusan dengan polisi karena kasus yang sama. Dia juga mencabuli santriwatinya tahun itu," ujar Dzaki. 
Akibat perbuatannya ini, Nur Hasani disangkakan melakukan pelanggaran terhadap pasal 81 ayat 3, UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
Keterangan Rofik R, salah seorang warga menerangkan bahwa selama ini di Pondok Pesantren tersebut kurang lebih 16 orang. 

Berita Lainnya :

loading...