Sadis, Pembunuh Ibu Kandung Jalani 62 Adegan

MALANG – Rekonstruksi pembunuhan Suyati, 42, yang dilakukan anaknya sendiri, Aman Dwi Prayogi digelar (9/10). Rekonstruksi dilakukan di rumah kosong yang masih berada di kawasan wilayah Polsek Lawang. Sebanyak 62 adegan yang berlangsung selama dua jam ini membuat anggota kepolisian tercengang dengan pengakuan tersangka pascarekonstruksi.
Malam itu, pukul 02.00, pelaku datang dalam kondisi mabuk. Sebelum membunuh pelaku terlihat bingung sambil merokok. Ia kemudian ke dapur ambil telenan atau papan untuk mengiris. Kemudian pelaku masuk kamar dan dalam kondisi lampu padam. Pelaku memukul kepala ibunya dengan keras sebanyak dua kali. Karena bagian yang dipukul tepat di tengkuk, hingga korban sekarat.  Tidak sampai disitu, pelaku kemudian mengambil kawat seling untuk menggantung ibunya hingga tewas.
“Menurut pengakuan tersangka, ia sengaja melakukan perbuatannya dalam keadaan lampu padam dikarenakan ia tidak tega melihat ibu kandungnya,” ujar Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Setiawan kepada Malang Post.
Sementara Yogi mengaku gemetar setiap melakukan adegan demi adegan ketika ia mempraktikkan membunuh ibu kandungnya dengan sadis. Wajahnya tampak memucat, gigi yang ditahan menggambarkan bahwa ia tak mau lagi mengenang kejadian ngeri tersebut.  “Saya tidak tahu kenapa saya bisa sampai sekejam itu, karena sekarang saya berfikiran dengan otak yang sangat waras,” aku Yogi.
Menurut pengakuannya, selama di penjara ia pun dihantui perasaan bersalah yang mendalam. “Saya bingung harus berkata apa, yang pasti selama di balik jeruji saya sangat merindukan sosok yang telah saya hilangkan nyawanya,” ungkapnya.
Proses rekonstruksi kemarin menyedot perhatian warga. Banyak warga yang berusaha mendekat untuk melihat secara langsung. Sebagian melihat dari luar jendela. Mereka sangat kooperatif sehingga tidak mengganggu jalannya rekonstruksi.
 “Pengakuan pelaku tentang penyesalannya sangat wajar sekali. Dikarenakan ia sebelumnya memang berada di bawah pengaruh alkohol, sehingga ia tidak begitu sadar dengan apa yang dilakukannya,” jelas Iptu Hadi Puspito Kanit Reskrim Polsek Lawang. Namun meksi menyesal, tidak akan membebaskan pelaku dari pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUHP serta pasal 351 KUHP.(mg1/lim)
 

Berita Lainnya :

loading...