Panen Petai, Tewas Tersengat Listrik

MALANG – Nasib malang menimpa Tukiman, 52, warga Dusun Sumberarum Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan, akhir pekan lalu. Ia meregang nyawa setelah tersengat listrik dan jatuh dari pohon petai. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius di kepalanya.
“Kematian korban murni karena musibah. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Luka bakar di tangan kanannya membuktikan kalau korban sebelumnya memang tersengat listrik,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu.
Peristiwa yang dialami korban ini, terjadi di Dusun Sukorejo Desa Tumpakrejo, Gedangan. Kejadian yang sempat membuat warga sekitar geger tersebut, terjadi pukul 13.30. Berawal ketika korban yang diketahui sebagai tengkulak, mendatangi rumah Kaspin, 47, warga sekitar.
Kedatangan korban untuk memborong buah petai milik Kaspin. Setelah harganya sepakat, akhirnya korban dan saksi menuju lokasi pohon petai untuk memanennya. Karena pohonnya yang tinggi dan buah petai sulit dijangkau, akhirnya untuk memanen harus dengan cara memanjat.
Selain itu, juga harus menggunakan bantuan gala (bambu) sebagai pengait. Setelah membuat alat gala, korban lantas memanjat pohon petai. Dengan gala yang dibawanya, ia kemudian berusaha mengait buah petai.
Saat itulah, tanpa disengaja ujung gala menyentuh kabel listrik. Karena gala tersebut basah, maka langsung membuat korban tersengat. Mungkin kaget saat kesetrum, korban langsung terpental hingga membuatnya jatuh.
Apesnya ketika jatuh itu, kepala korban membentur batu dan langsung membuatnya tak sadarkan diri. 
Saksi Kaspin yang mengetahui, lantas meminta bantuan warga sekitar untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun belum sempat tertolong, korban sudah meninggal dunia. “Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Mereka menerima kematiannya sebagai musibah, dengan membuat surat pernyataan tertulis,” jelasnya.(agp/jon)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :