Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Gantung Diri di Dalam Rumah


MALANG - Dua kali Supardi, 51 tahun,  warga Jalan Sidotresno, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi berusaha mengakhiri hidupnya,  namun selalu gagal.  Namun, untuk yang ketiga kalinya dilakukan Senin malam lalu, akhirnya nyawanya melayang setelah memilih gantung diri di dalam rumahnya menggunakan kain kerudung. Aksi nekatnya lantaran depresi dengan penyakitnya yang tak kunjung sembuh.
"Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memang mengalami sakit paru-paru dan sering keluar masuk rumah sakit. Mungkin karena putus asa tidak kunjung sembuh itulah, korban mengakhiri hidupnya," jelas Kanitreskrim Polsek Gondanglegi, Ipda Heriyani.
Menurutnya, sebelum gantung diri, korban sudah dua kali mencoba bunuh diri dengan menenggak racun. Namun dua kali percobaan itu selalu gagal, karena ketahuan oleh keluarganya. Korban juga sudah diberi nasehat untuk tidak mengulangi lagi.
Senin malam sekitar pukul 20.00, korban juga masih sempat nongkrong dengan tetangga di rumahnya. Namun sekitar pukul 21.00, tetangganya diminta untuk pulang, dengan alasan kalau korban mau istirahat.
Keluarga dan tetangganya pun juga tidak menaruh curiga. Ketika korban masuk kamar, keluarganya juga langsung tidur. Namun tengah malam secara diam-diam korban keluar kamar dan langsung mengakhiri hidupnya.
Kematiannya diketahui oleh adiknya sekitar pukuk 23.30, saat terbangun. Melihat kakaknya tewas tergantung, adiknya lantas meminta bantuan warga sekitar yang selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Gondanglegi.
"Ketika kami datang ke lokasi, jenazah korban sudah diturunkan. Tidak ada bekas tanda kekerasan di tubuhnya. Keluarga juga menerima kematiannya dengan membuat surat pernyataan tertulis," terang mantan Kanitreskrim Polsek Pakis ini.
Sementara itu, Senin sore kejadian serupa juga terjadi di Dusun Kampung Selang, Desa Baturetno, Kecamatan Dampit. Jumani, 55, warga setempat ditemukan tewas gantung diri pada pohon kopi, di belakang rumahnya.
Dugaan sementara, aksi nekatnya karena korban mengalami depresi. Sebab dua hari sebelumnya, korban juga sempat mencoba bunuh diri dengan menenggak racun, namun berhasil digagalkan oleh keluarganya.
"Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Mereka menerima kematiannya sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan tertulis. Di tubuhnya juga tidak ditemukan bekas tanda kekerasan," ungkap Kanitreskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Mas'udi.
Menurutnya, korban ditemukan gantung diri oleh keluarganya. Saat itu, pihak keluarga bingung mencari korban yang diketahui tidak ada di dalam rumah. Setelah dicari di perkarangan belakang rumahnya, ternyata sudah tewas tergantung.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu, lantas melaporkan ke perangkat desa. Selanjutnya meneruskannya ke petugas Polsek Dampit. "Korban depresi karena ada masalah keluarga," tutur mantan Kasubag Humas Polres Malang ini.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...