Polisi Bekuk Lima Tukang Gendam


MALANG – Polres Trenggalek membekuk lima pelaku terduga penipuan modus gendam. Lima pelaku berasal dari Malang. Yakni, Hendro Suwarno, 46, Teguh Riono, 40, Hendri Suparno, 40 dan Sumali, 40. Keempatnya adalah warga Gadang Sukun.
Sementara satu pelaku lainnya, Heri Andik Budiono 35 tahun berasal dari Wajak Kabupaten Malang. Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman, melalui Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi SH mengatakan, penangkapan terhadap lima pelaku, terjadi pada 8 Oktober lalu.
“Benar, kita baru saja ungkap pelaku dugaan penipuan dengan modus gendam. Kelima pelaku adalah warga Malang,” kata Supadi kepada Malang Post, dikonfirmasi via telepon sore kemarin.
Pada hari Minggu 8 Oktober pukul 14.00, sebuah mobil Suzuki Carry N 716 DS berwarna merah berhenti di depan rumah Sunardi, warga Dusun Jirak RT14 RW03 Desa Wonokerto Suruh, Trenggalek. Dari atas mobil, turun tiga orang yang mengaku sebagai sales barang elektronik.
Mereka menawarkan tukar tambah barang elektronik kepada Sunardi. “Modusnya menawarkan barang elektronik, tapi sebenarnya melakukan gendam,” ungkap Supadi. Para pelaku, menawarkan sebuah televisi LED 31 inci plus 1 unit speaker aktif yang diklaim berharga Rp 4 juta.
Awalnya, korban menolak karena hanya memiliki sebuah DVD player seharga Rp 300.000. Dengan bujuk rayu dan ilmu pergendamannya, para pelaku menjanjikan televisi dan speaker aktif dengan membayar uang muka Rp 1 juta.
Sehingga, korban akhirnya terbujuk lalu menyerahkan uang Rp 700.000 serta DVD player miliknya kepada para pelaku. Korban mendapatkan sebuah kuitansi dengan janji barang elektroniknya dikirim keesokan harinya.
Setelah mobil Suzuki Carry N 716 DS itu meninggalkan rumah tersebut, korban terbangun dari gendam dan sadar bahwa sudah menjadi korban penipuan. Akhirnya, dia melapor ke Polres Trenggalek tentang penipuan bermodus gendam itu.
Kepolisian langsung mengerahkan anggota, untuk melakukan razia di berbagai titik jalan utama. Mobil tersebut terciduk di depan Polsek Suruh Trenggalek. Para penumpangnya digelandang ke Satreskrim Polres Trenggalek untuk dimintai keterangan.
Polisi menyita barang bukti seperti satu lembar kwitansi pembelian 8 Oktober 2017, lalu 1 buah box DVD Nagoya, hingga alat elektronik seperti kulkas dan blender yang dirilis di Polsek Trenggalek.
Mereka terancam pasal 372 jo 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. “Mereka akan diadili di Trenggalek sesuai TKP. Terkait dugaan para pelaku beraksi di kampung halamannya (Malang), masih kami dalami,” tambahnya. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...