Apeng, Tokoh Senam Kembali Disidang


MALANG - Tokoh senam, Timotius Tonny Hendrawan alias Apeng, 62, memasuki babak baru. Warga Jalan Lingkar Blimbing Indah Kavling 65 Malang dan Jalan Puri Palma 5 No 3 Malang ini, kembali duduk di kursi pesakitan.  
Dia kembali menjadi terdakwa penipuan dan penggelapan sertifikat tanah di Solo. Sayangnya, hakim ketua peradilan Apeng sekaligus kepala PN Malang, Nursyam SH, MHum tidak bisa memimpin sidang perdana .
Sehingga, persidangan Apeng ditunda. Hakim anggota sidang, Rightmen MS Situmorang mengungkapkan penundaan ini di ruang sidang Garuda, siang kemarin. “Sidang ditunda karena belum hadirnya ketua majelis hakim,” katanya sambil mengetok palu meja hijau.
Kuasa hukum Apeng, Sumardhan SH menyebut bahwa sesuai jadwal Apeng harusnya menjalani sidang kemarin dengan agenda pembacaan tuntutan jaksa. Namun, Mardhan, panggilannya mengatakan hakim Nursyam sedang berada di luar kota.
“Hakim ketua masih berada di Bogor karena ada penataran. Tanpa hakim ketua, sidang tidak bisa dijalankan dan itu sesuai aturan yang ada. Kalau hakim anggota masih bisa dibon, sementara ketua majelis hakim tidak bisa diwakilkan setelah penetapan,” kata advokat ini.
Menurut Mardhan, persidangan Apeng ditunda minggu depan, tepatnya hari Senin 16 Oktober 2017 mendatang. Dia menambahkan, jaksa penuntut umum dari Kejari Malang, dalam berkas dakwaan, adalah Hadi Riyanto SH.
Namun, dia digantikan oleh jaksa Trisnaulan Arisanti SH yang hadir dalam penundaan sidang kemarin. Kepada wartawan, Apeng berharap proses persidangan dan peradilannya bisa berjalan sesuai aturan. Pria yang dilaporkan oleh Chandra Hermanto, kakak iparnya itu, berharap hakim dan jaksa mengedepankan prinsip keadilan.
Pasalnya, dia merasa tidak bersalah dalam kasus ini. “Saya harap proses peradilan dan sistem hukum bisa berjalan adil dan objektif. Kami punya bukti yang menguatkan,” ujar Apeng, sebelum masuk ke ruang sidang.
Apeng dilaporkan ke Polda Jatim oleh kakak iparnya dengan tuduhan penggelapan sertifikat lahan tanah di Solo. Padahal, Apeng sendiri saat ini sedang menjalani masa hukumannya di LP Lowokwaru karena divonis bersalah dalam kasus penipuan penggelapan uang Rp 3,1 miliar untuk pembelian rumah. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :