magista scarpe da calcio Pecatan TNI AL Gondol Enam Motor


Pecatan TNI AL Gondol Enam Motor


BATU - Mengaku statusnya menjadi anggota TNI AL, tersangka SD, 32 tahun, warga Nonggunong, Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep menggondol enam motor milik enam gadis cantik yang terkena bujuk rayunya. Pecatan TNI AL ini melarikan motor beserta harta benda milik para korban yang sudah dipacarinya tersebut. Dalam setiap pertemuan, SD selalu meminta tumpangan dengan alasan tidak ada kendaraan. Padahal hal ini hanyalah sebuah strategi yang dilakukan SD untuk mengondol motor para korban.
Tidak terima perbuatan SD, keenam gadis ini kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Batu. Tim buru sergap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu akhirnya berhasil menangkap tersangka di Caruban, beberapa waktu lalu.
Selain menangkap SD, polisi juga menangkap JND, warga Sampang yang menjadi penadah motor hasil kejahatan SD. Polisi juga mengamankan tiga motor jenis Honda Beat, Honda Scoopy dan  Yamaha Mio dan tiga buah handphone milik korban.
 “Terakhir tersangka melakukan pencurian dan penggelapan sebuah motor Honda Beat pada bulan Mei tahun 2017 di Masjid Darul Sholikin, Jalan Suropati, Desa Pesanggrahan,” ujar Kompol Nurmala, Wakapolres Batu.
Menurut Nurmala, penangkapan ini berawal dari laporan Bunga, 17, warga Batu yang kehilangan motor Honda Beatnya. Saat itu Bunga berkenalan dengan SD melalui video call dalam aplikasi Bee Talk.
Dalam perkenalan tahun 2016 tersebut, SD mengaku seorang anggota TNI AL aktif dan masih bujangan, padahal sebenarnya SD sudah dalam kondisi dipecat dari kesatuannya karena telah melakukan tindak pelanggaran.
Pada bulan Mei, SD mengajak korban jalan-jalan di Kota Batu. Setelah seharian berjalan-jalan, tersangka SD mengajak korban ke Masjid Darul Sholikhin untuk salat. Saat itu tersangka meminta korban untuk salat terlebih dahulu dan ia menjaga barang bawaan korban.
Saat korban salat, dengan leluasa, tersangka SD membawa kabur tas beserta seluruh HP serta motor milik korban. Tentu saja usai salat, korban kebingungan dan tidak menemukan lagi keberadaan tersangka. Korban pun melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Batu.
Beberapa saat kemudian, polisi berhasil menangkap tersangka SD. Dari hasil pemeriksaan ternyata tidak hanya di Masjid Darul Solikhin saja ia beraksi, namun juga di Masjid An Nur, Masjid daerah Songgoriti, Mini Market di Alun-Alun Batu, Masjid Putih Jalan Pattimura dan Ayam Bakar Wong Solo Kota Batu.
Motor yang digelapkan ini seluruhnya dijual kepada JND, warga Sampang yang kemudian dijualnya ke Probolinggo dan ke Bojonegoro. (dan/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top