Polisi Panggil Saksi Pencabulan Santriwati


BATU - Polres Batu terus melakukan pengembangan kasus pencabulan yang dilakukan Nur Hasani, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Dusun Bendorejo, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Kemarin (10/10) Polres Batu memeriksa beberapa saksi, salah satunya adalah perangkat desa serta saksi beberapa warga setempat.
Kasat Reskrim, AKP Dzaki Dzul Karnaen mengatakan bahwa hingga kini polisi masih belum mengarah pada perijinan Ponpes Hidayatul Mubtadiin tersebut.
 “Masih kita kumpulkan keterangan dari saksi-saksi, masih belum mengarah pada memeriksa keabsahan ijin Pondok Pesantren tersebut,” ujar Dzakiy.
Keterangan saksi, warga Dusun Bendorejo, Desa Sumberagung mengatakan bahwa hampir seluruh warga Ngantang sudah mengetahui siapa Nur Hasani sebenarnya, karena itu selain menolak keberadaan Pondok Pesantren ini, warga tidak ada yang bersedia untuk menjadi santrinya.
 “Orang sini semua tidak ada yang mau menjadi santrinya, semua sudah tahu siapa Nur Hasani. Dulu waktu di Kaumrejo sudah banyak yang menjadi korban, parah disana, korbannya sampai puluhan,” ujar Sugiono, salah satu warga.
Karena itulah, kebanyakan santriwati yang mondok di Nur Hasani adalah santriwati yang berasal dari luar Jawa. (dan/jon)

Berita Lainnya :