Elpiji Ngowos Bakar Siswi SD


 
BATU - Helmina Mauludiyah, salah satu guru SDN Ngaglik 1 Kota Batu baru saja meletakkan laptopnya di meja kantor guru. Pagi itu, sekitar pukul 09.00, ia usai mengajar di kelas. Mendadak ia kaget lantaran Chindy Tanari Young, siswa kelas 6 berjalan menemui dirinya.
Gadis kecil itu menangis sambil memegang mangkuk bakso tanpa kuah di tangan kanannya.
“Saya lalu memeluk tubuhnya sambil berusaha menenangkan,” tuturnya. Wali Kelas V ini juga berusaha mencari tahu apa yang terjadi terhadap Chindy. 
“Ternyata ia mengalami luka bakar di kaki kiri dan tangannya,” ungkapnya.
Di luar ruangan, beberapa guru ternyata juga bergegas membawa Citra Permatasari  dan Defa Faradica Cycilya, keduanya siswa kelas 4 ke ruangan UKS.
Beberapa guru sempat membelikan obat oles ringan untuk penanganan pertama, namun akhirnya ketiga siswa yang terluka bakar pada kaki ini dilarikan ke IGD RS Karsa Husada yang letaknya hanya 100 meter dari SDN Ngaglik 1 Kota Batu.
Mereka menjadi korban semburan api dari bocornya selang gas elpiji di kantin sekolah yang dikelola Hari, 36 tahun. Saat itu, ketiga siswa ini hendak membeli makanan, mereka berjajar antri dengan posisi Chindy paling depan mendekati wadah bakso.
Saat itu Chindy sudah mengambil mangkok berisi pentol bakso, tinggal mengisi dengan kuahnya saja. Saat menyerahkan mangkok tersebut kepada Hari, mendadak muncul semburan api dari selang elpiji yang membakar kaki ketiga siswa ini.
Hari yang saat itu posisinya berseberangan dengan kedua siswa ini langsung memadamkan api yang membakar selang tersebut dengan menginjak-injakkan kakinya. Sambil ia mematikan kompor elpiji lain yang berada di tempat ini.
Di kantin tersebut memang ada dua kompor yang berbahan bakar elpiji. Satu kompor dipergunakan untuk menggoreng, satu kompor elpiji lainnya dipergunakan untuk menghangatkan bakso.
Sementara selang yang bocor, kemudian terbakar adalah selang yang dipergunakan untuk menghangatkan bakso. Sejak buka sekitar pukul 08.00, Hari sebenarnya mencium bau gas elpiji.
“Saya kira yang bocor adalah selang gas elpiji untuk menggoreng,” katanya. 
Ia sempat memeriksa namun tidak menemukan kejanggalan, hingga terjadi hal tersebut. Yayuk Rahayuningsih, Kepala SDN Ngaglik 1 mengatakan sebenarnya sepekan sebelumnya, pihaknya sudah meminta kepada pengelola kantin agar menutup kantin tersebut. Namun entah karena apa, pengelola tidak kunjung menutup kantin tersebut.
“Permintaan kita menutup kantin tidak ada hubungannya dengan kejadian ini sebenarnya. Alasan permintaan tutup itu karena kantin ini sudah tidak sehat, selain itu kita sudah punya ruangan kantin yang baru, yang penerangannya cukup, sirkulasi udaranya juga bagus,” ujar Yayuk.
Saat peristiwa tersebut terjadi Yayuk sedang berada di pelatihan kepala sekolah di SDN Sisir 5. Begitu mendengar kejadian ini, ia langsung meminta agar ketiga anak ini dilarikan ke rumah sakit. (dan/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :