Lima Pelayan Rumah Makan Pesta Ganja


 
MALANG - Lima pelayan rumah makan di kawasan Jalan Soekarno Hatta harus rela masuk bui. Diduga mengadakan pesta ganja, kelima pemuda ini digerebek di mess karyawan Jalan Sukarno Hatta, Mojolangu, Malang. 
Terbukti, ganja dengan berbagai bentuk seberat total 56,07 gram diamankan saat penggerebekan. Kasubbag Humas Polres Malang Kota (Makota), Ipda Marhaeni menyebut lima tersangka mengaku baru satu kali memakai ganja. 
“Mengaku baru satu kali pakai, tapi kami masih dalami karena kami duga ada kurir yang sudah melakukan transaksi lebih dari satu kali dengan DPO,” kata Heni kepada wartawan dalam rilis kemarin.
Lima tersangka yang pesta ganja ini, Muchamad Alfin Ardiansah, 21, warga Jalan Singajaya RT07 RW03 Desa Putatkidul, Gondanglegi dan Taufik Hidayat, 21, warga Dusun Karangsuku RT24 RW04 Desa Rejoyoso, Bantur.
Lalu Nino Alif Utama, 20, warga Baran RT06 RW02 Desa Urek-Urek, Gondanglegi, Mochammad Ridwan, 23, warga Jalan Prof M Yamin II Klojen serta inisial MM, 17, warga Desa Sukomulyo, Pujon.
“Mereka mengaku merasa lebih segar dan badan tidak capek setelah memakai ganja. Mereka memakainya di dalam mess sepulang kerja dari rumah makan tempat bekerja,” jelas perwira dengan pangkat satu balok emas itu.
Mereka digerebek setelah polisi mengembangkan penyelidikan berdasarkan informasi masyarakat. Rumah mess karyawan ini diduga menjadi tempat pesta narkoba. Setelah penyelidikan, polisi memastikan bahwa ada narkoba di rumah mess tersebut. 
Pukul 23.00, 7 Oktober lalu, Satnarkoba melakukan penggrebekan. Satu balon berisi ganja seberat 50,60 gram, 1 toples plastik ganja sebeart 4,79 gram, satu linting ganja 0,56 gram, satu kemasan kertas rokok serta handphone, disita dari TKP. 
Dari hasil interogasi, Ridwan adalah pelaku yang diduga menyediakan ganja bagi empat karyawan lain. Dia bertransaksi dengan DPO berinisial MA yang kini masih diburu polisi.
“Ridwan yang membeli kepada DPO, lalu membagikan kepada temannya yang lain,” tutupnya. (fin/mar)

Berita Lainnya :

loading...