magista scarpe da calcio Polisi Gerebek Pesta Ganja di PBI


Polisi Gerebek Pesta Ganja di PBI


 
MALANG - Satnarkoba Polres Malang Kota (Makota) terus menggalakkan pemberantasan narkoba. Setelah empat mahasiswa dan lima karyawan resto terciduk karena ganja, dua pemuda digelandang reserse narkoba ke Polres Makota karena memiliki ganja. 
M Syahbilal Akbar, 21, dan Nanda Hardian Haiqol, 26, ditangkap karena kedapatan menguasai ganja. Dari data yang dihimpun, reserse Satnarkoba tengah mengumpulkan informasi soal transaksi ganja di sekitar daerah Pondok Blimbing Indah akhir bulan lalu. 
Setelah itu, polisi mencium info soal adanya pesta ganja di sebuah rumah PBI blok K-3 RT08 RW11 Purwodadi Blimbing.
“Polisi mengamankan dua pelaku, diduga terlibat dalam peredaran ganja,” ungkap Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Marhaeni.
Malam hari sekitar pukul 20.30, reserse narkoba menggedor rumah tersebut dan menemukan dua pemuda ini di dalam. Saat penggeledahan, polisi menemukan satu bungkus tanaman ganja kering yang disimpan dalam kertas bekas warna cokelat. 
Tak bisa mengelak, keduanya dibawa ke markas untuk dimintai keterangan.
“Sampai saat ini masih pengembangan, dari mana mereka mendapatkan ganja tersebut. Berkas perkara dalam proses penyelesaian,” jelasnya. 
Heni mengatakan pertumbuhan jaringan narkoba di Kota Malang tidak berhenti kendati polisi terus melakukan operasi dan penangkapan. Pasalnya, Malang Raya adalah pasar bagi para pengedar dari luar kota.
KBO Satnarkoba Polres Makota, Ipda Bambang Heryanta menerangan, Polres Makota mencatatkan ungkap kasus narkoba sejumlah 221 kasus mulai Januari sampai September. Bulan September ini, ada 22 kasus narkoba, baik ganja maupun sabu-sabu yang diungkap oleh reserse narkoba.
“Jumlah ungkap kasus Satnarkoba mencapai 241 kasus, dengan jumlah tersangka 278 orang. Khusus narkotika, jumlah kasusnya mencapai 221 kasus,” kata Bambang.
Ironisnya, tersangka dengan usia 20 sampai 24 tahun, menduduki jumlah kedua terbanyak yang terjerat kasus narkoba. Yakni, 81 tersangka.
Sedangkan, tersangka kasus narkoba dengan usia di atas 30 tahun, mencapai 113 orang. Tak heran, Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan mengungkapkan keprihatinannya terhadap narkotika yang menghancurkan anak muda Kota Malang.
“Kami mendorong semua elemen, tak hanya instansi penegak hukum, tapi juga pendidikan, dan lembaga keagamaan, bersatu melawan narkoba agar tidak merusak generasi muda Kota Malang,” tegas Hoiruddin. (fin/mar)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang