Gatut: Tidak Ada Urusan, Kami Sesuai Prosedur


MALANG - PT KAI Daop 8 Surabaya, tetap bersikukuh melanjutkan rencana penggusuran kios-kios di sisi utara Stasiun Kota Baru Malang Jalan Trunojoyo. Kendati mendapat perlawanan serta surat somasi, mereka bersikeras langkah penggusurannya sudah sesuai prosedur.
“Tetap dilakukan. Rencananya dimulai tanggal 18 sampai 20 Oktober 2017. Kami sudah terima suratnya, mau somasi silakan saja. Kami tidak ada urusan dengan paguyuban tersebut. Urusan kami hanya dengan penyewa lahan,” kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko.
Gatut mengatakan, pihak PT KAI Daop 8 Surabaya, merasa sudah melakukan semua prosedur yang diperlukan, sebelum jatuh tempo pengggusuran kios dimulai. Yakni, mengundang rapat para penyewa lahan untuk sosialisasi hingga memberikan surat peringatan kepada para penyewa lahan.
Bahkan, saat para penyewa lahan masih bergeming dan enggan meninggalkan lahan, Daop 8 Surabaya telah melayangkan peringatan. “Kami sudah melakukan sosialisasi sejak tahun 2016, bahkan lahan di utara Stasiun Kota Baru seharusnya sudah kosong sejak bulan Februari 2017 lalu,” tegas dia.
Menurutnya, pihak PT KAI Daop 8 saat itu masih memberi toleransi agar pihak penyewa lahan meninggalkan lokasi secara sukarela. Hanya saja, para penyewa lahan masih kukuh tak mau pindah. Gatut menjelaskan, penggusuran atau pembongkaran kios di utara PT KAI, tidak lepas dari keluhan masyarakat.
Jalan Trunojoyo selama ini menjadi titik macet dengan parkir yang memakan badan jalan. Pihak PT KAI Daop 8 Surabaya, mencanangkan pembebasan lahan dari kios-kios di sisi utara, untuk membuat lapangan parkir. “Penataan ini dilakukan untuk kenyamanan penumpang Stasiun Kota Baru,” ujarnya.
Dia beralasan, selama ini ketika penumpang kereta api turun, jalan tersebut selalu macet karena kendaraan parkir di depan stasiun. “Kami ingin mempersiapkan lahan parkir yang luas,” sambung Gatut. Dia menegaskan, PT KAI Daop 8 Surabaya memasang target pembebasan lahan tersebut selesai sebelum Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. (fin/mar)

Berita Lainnya :