Sepakat Lawan PT KAI, Somasi Agar Hentikan Penggusuran


MALANG - Konflik penyewa lahan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di utara Stasiun Kota Baru Jalan Trunojoyo memanas. Paguyuban penyewa lahan, meluncurkan surat somasi kepada PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya untuk menghentikan rencana penggusuran kios-kios.
Mereka melayangkan somasi kepada PT KAI, Sabtu (13/10). “Kami menyampaikan somasi kepada PT KAI Daop 8 Surabaya untuk tidak melanjutkan atau menghentikan rencana pembongkaran,” kata Wakil Ketua Paguyuban Penyewa Lahan PT KAI Sebelah Utara Stasiun Kota Baru Malang, Mawartiana, S.IP, MH.
Dalam surat tersebut, para penyewa lahan, merinci alasan utama penolakan terhadap pembongkaran kios. Menurut Mawar, panggilan akrabnya, somasi dilayangkan setelah para penyewa lahan, menerima salinan surat PT KAI No.KA.203/X/3/D.08.2017 pada 10 Oktober 2017 lalu.
Surat dari PT KAI ini, intinya memberitahukan kepada penyewa lahan, bakal ada penggusuran dan penertiban bangunan kios. Paguyuban tidak setuju dengan rencana pembongkaran, karena para pemilik bangunan kios sudah melakukan perjanjian sewa menyewa dengan PT KAI.
“Bangunan-bangunan ini milik penyewa, dan dibangun  atas dasar hubungan sewa menyewa dengan PT KAI, dulu PJKA atau Perumka serta dilindungi dan atau memiliki IMB,” kata Mawar. Termasuk, lanjut dia, bangunan yang dihuni advokat MS. Alhaidary, sebelah utara Indomaret.
Jika penggusuran tetap dilakukan, maka para penyewa lahan menganggap langkah PT KAI adalah perbuatan kriminal. Sehingga, penyewa lahan siap menempuh langkah hukum berupa laporan kepada polisi. Dia menganggap penggusuran harus didasari bukti hak pengelolaan tanah yang ditempati bangunan kios para penyewa.
“Jika memaksa penggusuran, maka silakan tempuh jalur hukum, dengan cara menggugat melalui pengadilan dan menunjukkan bukti hak pengelolaan di mana bangunan penyewa berdiri. Pengadilan yang akan memutus berhak tidaknya PT KAI atas lahan tersebut,” sambung pemilik tokoh oleh-oleh khas Malang Anugerah ini.
Paguyuban penyewa lahan, juga menganggap PT KAI menyalahgunakan wewenang jika memaksa penggusuran. Karena, penyewa lahan menganggap hanya pengadilan yang berwenang memerintahkan eksekusi ataupun pengosongan paksa atas sengketa lahan yang sudah diputus.
“Kami melakukan somasi tentang penggusuran ini, karena tidak ada kesepahaman maupun kesepakatan apapun dengan Daop 8 Surabaya. Jika penggusuran dipaksakan, maka kami rakyat kecil yang akan menanggung kerugian materiil dan imateriil,” tambahnya.
Ada puluhan kios di sisi utara Stasiun Kota Baru yang masih aktif berdagang, seperti Nasi Buk Matirah, Toko oleh-oleh Anugerah, Goodang Cafe, Siluet Cafe serta City of Arema.  Pemilik toko kue Indra, Vonny Indrawati Mulyono mengaku sudah 30 tahun berdagang di utara Stasiun Kota baru. (fin/mar)

Foto: Gatut Sutiyatmoko
Gatut: Tidak Ada Urusan, Kami Sesuai Prosedur // judul angle dua
PT KAI Daop 8 Surabaya, tetap bersikukuh melanjutkan rencana penggusuran kios-kios di sisi utara Stasiun Kota Baru Malang Jalan Trunojoyo. Kendati mendapat perlawanan serta surat somasi, mereka bersikeras langkah penggusurannya sudah sesuai prosedur..
“Tetap dilakukan. Rencananya dimulai tanggal 18 sampai 20 Oktober 2017. Kami sudah terima suratnya, mau somasi silakan saja. Kami tidak ada urusan dengan paguyuban tersebut. Urusan kami hanya dengan penyewa lahan,” kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko.
Gatut mengatakan, pihak PT KAI Daop 8 Surabaya, merasa sudah melakukan semua prosedur yang diperlukan, sebelum jatuh tempo pengggusuran kios dimulai. Yakni, mengundang rapat para penyewa lahan untuk sosialisasi hingga memberikan surat peringatan kepada para penyewa lahan.
Bahkan, saat para penyewa lahan masih bergeming dan enggan meninggalkan lahan, Daop 8 Surabaya telah melayangkan peringatan. “Kami sudah melakukan sosialisasi sejak tahun 2016, bahkan lahan di utara Stasiun Kota Baru seharusnya sudah kosong sejak bulan Februari 2017 lalu,” tegas dia.
Menurutnya, pihak PT KAI Daop 8 saat itu masih memberi toleransi agar pihak penyewa lahan meninggalkan lokasi secara sukarela. Hanya saja, para penyewa lahan masih kukuh tak mau pindah. Gatut menjelaskan, penggusuran atau pembongkaran kios di utara PT KAI, tidak lepas dari keluhan masyarakat.
Jalan Trunojoyo selama ini menjadi titik macet dengan parkir yang memakan badan jalan. Pihak PT KAI Daop 8 Surabaya, mencanangkan pembebasan lahan dari kios-kios di sisi utara, untuk membuat lapangan parkir. “Penataan ini dilakukan untuk kenyamanan penumpang Stasiun Kota Baru,” ujarnya.
Dia beralasan, selama ini ketika penumpang kereta api turun, jalan tersebut selalu macet karena kendaraan parkir di depan stasiun. “Kami ingin mempersiapkan lahan parkir yang luas,” sambung Gatut. Dia menegaskan, PT KAI Daop 8 Surabaya memasang target pembebasan lahan tersebut selesai sebelum Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. (fin/mar)

Berita Lainnya :