magista scarpe da calcio Harga Sewa Naik Gila-gilaan


Harga Sewa Naik Gila-gilaan


MALANG - Penolakan terhadap rencana penggusuran kios di sisi utara Stasiun Kota Baru Malang Jalan Trunojoyo masih terus berlanjut. Para pemilik kios yang tergabung dalam Paguyuban Penyewa Lahan Sebelah Utara stasiun, mengaku diusir secara halus oleh PT KAI Daop 8 Surabaya, dengan cara menaikkan harga sewa lahan.
Wakil Ketua Paguyuban Penyewa Lahan, sekaligus pemilik toko oleh-oleh khas Malang Anugerah, Mawartiana S.IP, MH, mengatakan upaya pengusiran halus muncul tahun 2014. “Saya sebenarnya sudah menyewa lahan sejak tahun 1980,” katanya.
“Tapi, berjualan di sini sejak tahun 1998. Karena saya orang pemerintahan, tentu harus tahu prosedur. Sehingga persyaratan izin bangunan saya penuhi semua. Semua berjalan normal sampai tahun 2012,” kata Mawar, panggilannya kemarin.
Pada tahun 2012, dia membayar Rp 18 juta untuk sewa lahan selama satu tahun. Pada tahun 2013, dia membayar Rp 20 juta untuk sewa berikutnya. Mawar, mulai merasakan pengusiran halus sejak tahun 2014. Harga sewa lahan, mencapai Rp 124 juta per tahun.
Atau naik berlipat-lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Mawar, kenaikan harga berlipat kali ganda ini juga dialami oleh para penyewa lahan lain. Para penyewa lahan mengajukan keringanan harga sewa dan tidak mendapat tanggapan.
Tiba-tiba saja, sejak tahun 2016, para penyewa lahan menerima surat peringatan 1, 2 dan 3 secara berurutan. Sejak inilah, paguyuban melakukan perlawanan penggusuran. Lalu, pada September tahun 2017, penyewa lahan menerima surat perintah pengosongan lahan oleh PT KAI sampai berakhir dengan somasi.
 “Saya disuruh pindah tapi tidak mau, saya membela kios saya mati-matian, karena dulu di sini sepi. Kita yang babat alas sampai rame seperti sekarang,” tambahnya. Dari pantauan Malang Post, belum ada gerakan maupun aktivitas penggusuran yang dilakukan oleh PT KAI Daop 8 Surabaya kemarin. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top