Gerebek Warung Kopi, Tangkap Penjual Pil Koplo


MALANG - Unit Reskrim Polsek Bantur, Senin petang lalu menggrebek sebuah warung kopi Inul, di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bantur. Polisi menangkap seorang pemuda yang mengedarkan obat terlarang pil koplo jenis dobel L. Tersangkanya Tuin Hadi Sutikno, 23 tahun, warga Dusun Tunjungsari, Desa/Kecamatan Bantur.
Ketika ditangkap, Tuin sedang asyik minum kopi sembari melayani pembeli yang kebanyakan remaja serta anak-anak sekolah. Sebagai barang buktinya, polisi mengamankan 304 butir pil koplo yang dimasukkan dalam bungkus rokok.
"Tersangka kami jerat dengan pasal 196 sub 197 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan," ungkap Kanitreskrim Polsek Bantur, Ipda Sigit.
Penangkapan Tuin ini, berawal dari informasi masyarakat. Warga mengeluhkan kalau di warung kopi kerap menjadi lokasi transaksi peredaran pil koplo. Berdasarkan laporan itu, polisi lantas melakukan penyelidikan.
Petugas menyamar dengan berpura-pura sebagai pembeli. Begitu tersangka Tuin melayani, tanpa kesulitan petugas langsung menangkapnya. Ia tidak bisa mengelak karena kedapatan barang bukti.
Dari keterangan beberapa saksi, diketahui kalau tersangka memang kerap datang ke warung kopi. Ia menjual barang haram tersebut secara sembunyi-sembunyi. Sasarannya adalah remaja dan anak-anak sekolah.
Sementara itu, dalam pemeriksaan Tuin mengaku sudah lebih sebulan mengedarkan pil koplo. Ia mendapat pasokan pil koplo dobel L dari seseorang asal Desa Krebet, Kecamatan Bululawang. Tersangka memesan lewat telepon, kemudian barang di ranjau pada satu tempat.
Tersangka Tuin juga mengaku sudah menjual ratusan butir pil koplo. Satu tik berisi delapan butir, dijual dengan harga Rp 15 ribu. "Saat ini kami masih mengembangkan kasusnya dengan memburu pemasoknya," jelasnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :