magista scarpe da calcio Dalih Cek Fisik di Samsat, Innova Raib


Dalih Cek Fisik di Samsat, Innova Raib


MALANG – Ratnadi Agus L, 49 tahun warga Perum Bukit Dieng Sukun panik setelah mobil Kijang Innova AE 1395 FA raib dari halaman Samsat Sukun, kemarin. Mobilnya dibawa lari oleh pelaku penggelapan dan penipuan yang berpura-pura menjadi pembeli. Kejadian diawali dari keinginannya untuk menjual mobil tersebut.
“Pemilik memasang iklan di OLX lalu mendapat telepon dari calon pembeli yang diduga kuat sebagai pelaku. Mereka lalu deal harga, Rp 205 juta,” kata Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, lewat Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni kepada Malang Post dikonfirmasi malam kemarin di Polres Makota.
Setelah deal harga tersebut, si pelaku tidak langsung membayarkan sejumlah uang yang disetujui. Dia meminta Rendi, panggilan Ratnadi Agus, membawa mobil tersebut ke kantor Samsat Sukun Jalan S Supriyadi. Dalihnya, si pelaku ingin melakukan cek fisik mobil untuk memastikan tidak ada masalah dengan kendaraan berwarna abu-abu itu.
Versi korban, dia mengurus berkas ke lantai dua Samsat Sukun dan meninggalkan mobil di halaman parkir cek fisik. Namun, SPKT Polres Makota menyebut korban meninggalkan mobil tersebut bersama terduga pelaku karena ingin membeli minuman di luar kantor Samsat Sukun Jalan S Supriyadi.
“Sembari menunggu, pelapor pamit untuk membeli minuman di luar kantor Samsat. Mobilnya juga masih belum menjalani cek fisik karena masih terparkir di situ,” kata Heni, sapaan akrabnya. Tak disangka, saat Ratnadi pamit keluar membeli minuman, pelaku langsung mengendarai mobil tersebut keluar dari Samsat dan kabur.
Ketika kembali ke bagian cek fisik, Ratnadi panik bukan kepalang melihat mobil yang harusnya dijual, sudah hilang. Parahnya lagi, pelaku tak hanya menggondol mobil, tapi juga BPKB dan STNK mobil. Dengan lutut lemas, Ratnadi akhirnya melapor ke pos polisi terdekat. Setelah diterima oleh SPKT Polres Makota, para personel polisi langsung turun untuk mengejar pelaku.
“Kerugian korban mencapai Rp 205 juta. Dugaan pidananya adalah penipuan penggelapan. Personel kita sedang memburu terduga pelakunya. Identitas kita simpan, tapi kita sudah kantongi untuk menjalankan tugas penyelidikan,” jelas polisi wanita dengan satu balok emas di pundaknya itu.
KBO Reskrim Polres Makota, Iptu Nur Wasis menyebut anggotanya sedang menjalankan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. “Masih lidik, laporan sudah masuk ke Reskrim,” tandasnya. Berdasarkan laporan korban, polisi juga sudah mengantongi ciri-ciri mobil yang digondol oleh terduga pelaku.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Makota, AKP Ady Nugroho sudah menerima informasi soal hilangnya mobil di area Samsat. Pihaknya siap memback up Reskrim untuk segera menangkap pelaku yang menggondol kendaraan roda empat. “Kami sudah monitor, seluruh anggota di pos pantau Kota Malang, telah menerima info soal mobil tersebut,” kata Ady kepada Malang Post, ditemui semalam di Samsat Sukun.
Sementara itu, menurut Hadi Suroso, teman Rendi yang juga salah satu pegawai di Auto 2000 di Letjend Sutoyo, mobil tersebut adalah mobil pribadi. “Dia tidak menggunakan mobil diler, namun mobil pribadinya” tutur Hadi.
Hadi menceritakan, sebelumnya Rendi memang pernah bercerita ingin menjual mobilnya dan ingin membeli mobil baru. Hadi merespon baik keinginan Rendi dan mendukung kemauannya.
Menurut Hadi dari cerita yang disampaikan Rendi, setibanya di Samsat, calon pembeli menawarkan diri untuk mengemudi dan mengantre untuk cek fisik. Tanpa rasa curiga, Rendi memberikan izin. Merasa kehausan, Rendi berpamitan kepada calon pembeli untuk pergi membeli minuman di luar area Samsat. Calon pembeli menyetujuinya dan tetap mengantre. Namun sesaat setelah Rendi kembali menuju area cek fisik kendaraan, Rendi melihat kendaraan yang dibawa oleh calon pembelinya itu sudah tidak ada di area pengecekan fisik di dalam Samsat.
“Saat itu Rendi mengaku menghubungi saya dan teman-teman yang lain untuk mengabarkan bahwa mobil yang ia tawarkan kepada user telah hilang dibawa oleh user tersebut,” paparnya.
Dadang menjelaskan, ia dan teman-teman menyarankan Rendi untuk segera melapor ke kepolisian, sedangkan mereka membantu mencari lewat media sosial. (fin/mg1/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top