Erni Diperiksa Jumat, Heri Mursid Kasus Lain


MALANG – Anggota Komisi D DPRD Kota Malang dari fraksi PDIP, Erni Farida harusnya menjalani pemeriksaan saksi terkait dugaan suap M Arief Wicaksono dan Jarot Edi. Namun, Erni tidak terlihat di hall Rupatama Polres Makota, mulai pagi hingga sore kemarin. Usut punya usut, dia sedang berada di Jakarta sampai siang .
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang dari fraksi PKB, Imam Fauzi menyebut Erni baru pulang dari Jakarta untuk konsultasi Kemendagri sekitar pukul 14.00 WIB kemarin. “Saya baru saja konsul kepada Kemendagri dan tiba di Malang pukul 2 siang. Saya bersama bu Erni juga. Harusnya bu Erni diperiksa hari ini (kemarin), tapi bu Erni dijadwalkan ulang hari Jumat,” kata Imam.
Dia sendiri juga diundang oleh KPK untuk diperiksa sebagai saksi. Dia sudah dua kali diperiksa termasuk pemanggilan sekarang. Imam dijadwalkan menjalani pemeriksaan, Sabtu mendatang. Meski pemeriksaan terkait kasus Arief masih tertunda, KPK tetap menjalankan penyelidikan terkait kasus lain.
Pasalnya, sembilan orang menjalani pemeriksaan KPK di Rupatama Polres Makota. Satu di antaranya, adalah Direktur PT CGA Heri Mursyid Brotosejati. Kepada wartawan, Heri menyebut pemeriksaan terhadap dirinya tidak ada kaitannya dengan kasus dugaan gratifikasi dan suap yang menjerat Arief maupun Jarot.
“Terkait kasus di luar Jawa, yang di Kalimantan. Ini kasus kakak saya dulu. Saya diperiksa di sini karena berasal dari PT CGA,” kata Heri. Dia mengaku tidak ditanyai soal kasus korupsi yang membuat Arif Wicaksono dan Jarot Edi ditetapkan sebagai tersangka. Dia mengaku sprindik dan panggilan yang diterimanya, tidak berkaitan dengan Kota Malang.
Namun, tahun 2016 lalu nama Heri Mursid mencuat karena kakaknya Ichsan Suaidi terbukti yang menyuap pejabat Mahkamah Agung. Ichsan terkait kasus korupsi pembangunan pelabuhan di Mataram NTB 2012. Kakak Heri di-OTT KPK tahun 2016. Ichsan sudah menghuni penjara dengan vonis 8,5 tahun setelah Peninjauan Kembali pada Mei 2017.
Setelah OTT KPK terhadap Ichsan pada 2016, rumah Heri Mursid di Griya Shanta digeledah oleh penyidik KPK yang dipimpin AKBP Christian. Tapi, Heri juga mengaku tidak ditanyai soal kasus kakaknya ini. Dia mengaku ditanya soal Bupati Tenggarong Kutai Kertanegara Kaltim, Rita Widyasari.
“Saya ditanya kenal atau tidak dengan Bupati Kukar Rita. Saya ditanya karena saya pegang pemasaran proyek PT CGA, Royal World Plaza Tenggarong,” kata Heri. Menurut pengakuan Ketua PBSI Kota Malang itu, pemeriksaan terhadap dirinya, adalah pelengkap keterangan untuk kasus yang menjerat Rita.
Karena, satu minggu sebelum pemeriksaan KPK di Malang terhadap Heri, kakaknya Ichsan Suaidi diperiksa di kantor KPK Rasuna Said Jakarta. Ichsan diperiksa sebagai saksi atas kasus Rita. Nama Heri terperiksa, karena dia dan Ichsan menggarap Royal World Plaza di Tenggarong pada tahun 2012. Rita juga masih menjabat Bupati Tenggarong Kukar.
Karena itulah, Heri mendapat pertanyaan soal salah satu PT di Samarinda yang diduga menyuap Bupati Rita. Dia juga mengaku tidak kenal dengan orang-orang lain yang dipanggil sebagai saksi oleh penyidik KPK kemarin.
Saat ditanya apakah orang-orang itu berasal dari PT Sawit Golden Prima (SGP) yang diduga setor Rp 6 miliar, atau PT Media Bangun Bersama yang diduga memberi gratifikasi Rp 6,9 miliar kepada Rita, Heri mengaku tidak tahu dan tidak kenal.
“Saya tidak kenal dengan orang-orang itu,” katanya. Meskipun Heri mengaku tidak kenal dengan sebagian orang yang datang, namun dia juga didampingi karyawannya di PT CGA untuk menjalani pemeriksaan.
“Ditanya soal perusahaan lain, kayaknya pengembangan penggalian KPK untuk mencari informasi lain (soal Rita). CGA punya divisi kontraktor yang menangani proyek di Tenggarong. Saya juga direktur properti Citra Gading Land,” kata Heri.
Dia mengaku tak mendapat pertanyaan soal jacking system drainase Jalan Bondowoso-Kali Metro. “Soal jacking tidak ditanyakan. Soal dewan Kota Malang juga tidak ditanyakan,” ujarnya. Heri diperiksa mulai pukul 10.10 sampai 14.30 WIB. Pemeriksaan KPK terhadap para saksi berakhir pukul 17.10 kemarin.(fin/han)

Berita Lainnya :