Pasar Besar Kebakar Lagi



MALANG - Pasar Besar Malang (PBM) tak henti-hentinya dirundung masalah. Setelah Mei 2016 lalu terbakar dan menghanguskan beberapa kios terutama di bagian tengah, kemarin siang peristiwa itu kembali terulang. 
Sekitar pukul 11.00, api kembali melalap bagian tengah lantai dasar pasar. Api yang sempat membesar ini, tak urung membuat beberapa pedagang yang berjualan kaget. Bersama pengunjung, mereka memilih berlarian menyelamatkan diri.
Suasana sempat heboh karena api langsung menyala dengan cepat dan menjilat-jilat karena udara yang berhembus ke dalam area pasar. Ada pula pedagang yang kembali untuk menyelamatkan barang dagangannya keluar dari pasar.
Menurut Slamet Siswoyo, 45, salah satu pengunjung yang ditemui menerangkan suasananya sangat kacau. Ia melihat para pedagang sangat panik dibandingkan pengunjung yang sudah bisa keluar dari area pasar terlebih dulu.
“Api membara di atap pintu sebelah timur,” kata dia.
“Pedagang lain ada yang langsung datang dengan membawa enam alat pemadam ringan. Mereka berusaha memadamkan api yang sudah besar dengan alat itu,” ujar warga Jalan Raya Gadang Malang ini.
Hal senada diungkapkan Suwarno, salah satu pedagang buah di sekitar lokasi kebakaran. “Saya yang melihat langsung berteriak dan mengajak teman-teman untuk segera memadamkan apinya,” terangnya dengan sedikit terengah-engah.
Kepada Malang Post, Suwarno menjelaskan, api tersebut kemungkinan sudah menyala sekitar 10 menit. Ini dibuktikan dengan bagian asbes lantai dasar sudah banyak yang gosong.
“Untungnya segera diketahui. Kalau tidak, bisa seperti dulu lagi,” tambah Bejo Setiawan, pedagang buah lain.
Sesaat setelah api padam, beberapa pedagang dan pegawai Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang serta PMK menjaga di blok toko-toko kain.
“Jika apinya masuk sedikit saja melalui ventilasi toko kain, maka akan berbeda lagi ceritanya” pungkas Bejo, panggilannya.
Kepala Disdag Kota Malang, Wahyu Setianto mengaku segera mendatangi lokasi pasar yang terbakar. 
“Kebetulan saya sedang mengadakan kunjungan ke sini. Namun saya ada di sebelah selatan pasar,” ungkapnya.
Setelah ia menerima telpon dari stafnya yang memberitahukan pasar besar kembali terbakar, ia langsung menuju lokasi tersebut. Menurutnya, penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik yang sudah lama.
“Kebakaran ini sama seperti tahun lalu yang terjadi di tengah pasar. Hanya bedanya yang ini segera ditangani oleh pedagang yang ada di sini. Untung juga terjadi siang hari. Kalau malam hari, mungkin pasar ini sudah habis,” ungkapnya. (mg1/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :