Ngaku ‘Dibelokkan’, Masuk Jurang Sulfat



MALANG - Ini benar-benar peristiwa yang unik. Mengalami kecelakaan Selasa (17/10), namun baru dilaporkan ke polisi, 18 jam kemudian. Inilah yang dilakukan Dimas, 32, warga Desa Pajaran, Poncokusumo.
Selasa malam, dia melaporkan kecelakaan yang dialaminya di jembatan Sulfat Malang, ke unit Laka Lantas Polres Malang Kota. Kepada petugas, Dimas mengatakan bila mobil Mitsubishi L300 yang disopirnya masih berada di jurang sedalam 24 meter.
Spontan,  mendapat laporan ini, polisi mencari mobil derek untuk menaikkan mobil tersebut. Tak pelak, proses evakuasi yang dilakukan pukul 21.00 itu menjadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan yang lewat.
“Wah, kok bisa masuk ke dalam jurang ya. Besi jembatan tidak apa-apa,” celetuk salah satu warga.
Mobil baru bisa dievakuasi dua jam kemudian atau pukul 23.00. Bagian depannya hancur. Sedangkan beberapa bodinya ringsek.
Kepada anggota unit Laka Lantas ini, Dimas mengaku dini hari itu, ia hendak pulang ke rumahnya di Poncokusumo, setelah mengantar telur ke Surabaya. Nah, saat hendak melintas di jembatan Sulfat dari arah Barat ini, mobilnya tiba-tiba oleh ke kanan jalan.
“Saya tidak mengantuk. Saya masih sadar. Jadi seperti ada yang tiba-tiba membelokkan ke kanan jalan atau ke bukan jalan pada umumnya. Persis di depan makam pojokan itu,” ungkapnya kepada polisi dan wartawan.
Mobil berwarna hitam itu langsung menabrak beton pembatas jembatan dan terjun ke dalam jurang sedalam 24 meter. Beruntung ada rerumpunan bambu di bawah jembatan yang menahan mobil itu tidak sampai jatuh ke dasar sungai.
Dimas sendiri, langsung keluar dari dalam mobil dan naik ke atas jembatan bersama temannya. Ia mengalami luka ringan. Hingga semalam, kasus ini masih dalam penyelidikan anggota unit Laka Lantas Polres Malang Kota (Makota). (mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...