magista scarpe da calcio Selangkah Lagi Tetapkan Tersangka Kecelakaan Kerja di Pabrik Gula Kebonagung


Selangkah Lagi Tetapkan Tersangka Kecelakaan Kerja di Pabrik Gula Kebonagung


MALANG - Polres Malang terus mengusut kasus kecelakaan kerja di Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Pakisaji yang menewaskan seorang karyawannya, Sabtu (7/10) pagi. Polisi tinggal menunggu gelar perkara, untuk menentukan arah kasusnya.
Jika ditemukan unsur kelalaian, maka secepatnya akan segera ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu  menegaskan akan ada tersangka dalam kasus kecelakaan kerja itu.
“Kalau memang ditemukan adanya unsur kelalaian, pasti akan ada tersangkanya,” tegas Azi, sapaannya. Dikatakannya, saat ini penyidik Reskrim Polres Malang tinggal menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Labfor di Surabaya, yang sempat turun ke lokasi.
Tim Labfor membawa beberapa barang bukti di TKP untuk diteliti dan diperiksa, salah satunya adalah kawat seling crane yang digunakan untuk mengangkat alat berat.
Hasil Labfor tersebut, nantinya akan menjadi acuan sekaligus pertimbangan penyidik dalam gelar perkara. Jika memang kesimpulannya ada unsure kelalaian, maka kasusnya akan ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.
 “Sejauh ini, kami sudah meminta keterangan delapan orang saksi. Tinggal menunggu hasil Labfor saja, untuk kemudian dilakukan gelar perkara,” jelas Azi. Siapa yang paling bertanggungjawab atas kejadian tersebut ? Azi masih belum mau buka suara.
“Tunggu hasil gelar perkara dulu. Jika nanti ada tersangkanya, maka kami jerat dengan pasal 359 KUHP tentang kelalaiannya mengakibatkan seseorang meninggal dunia,” paparnya.
Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Pakisaji, kembali meminta tumbal, Sabtu (7/10) lalu. Seorang karyawannya tewas setelah tergencet bagian mesin penggilangan. Korbannya adalah Yaspar, 54, warga Jalan Sidodadi, Desa Kebonagung, Pakisaji.
Kejadian terjadi Sabtu pukul 08.00, di dalam area Stasiun Gilingan PG Kebonagung. Berawal ketika korban memperbaiki salah satu mesin giling yang rusak. Ada lima mesin giling di dalam area tersebut, yang rusak adalah mesin nomor empat.
Supaya mesin bisa difungsikan lagi, harus mengganti pinion dan pemasangan fiendes fleksibel kopling. Karena berat alat tersebut hampir sekitar dua ton, maka untuk mengangkatnya menggunakan crane.
Di tengah pengerjaan itulah, ketika sudah terangkat setengah, tiba-tiba salah satu seling crane putus. Akibatnya fiendes fleksibel tersebut terguling dan langsung menimpa tubuh korban. (agp/mar)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top