Otak Penyelundup Baby Lobster Diburu


MALANG - Ahmad Eni Pujianto,bakal menjalani hukuman selama 6 tahun kurungan penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar. Sanksi itu, atas perbuatannya yang akan menyelundupkan 6.000 baby lobster ke Jakarta.
Ia ditangkap polisi di rumahnya Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Rabu (18/10) lalu. Pria berusia 42 tahun tersebut tidak sendirian. Tim Buser Polres Malang bersama Polsek Poncokusumo juga mengamankan tiga pelaku lain.
Yakni, Asep Galih Irawan, 30, warga Bojong Loa Kaler, Kota Bandung, Ahmad Soleh, 32, warga Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri serta Saifudin, 30, warga Labuhan Maringgai, Lampung Timur
Mereka berempat ini, dijerat dengan pasal 88 Undang-undang RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. “Ada satu pelaku lagi yang merupakan otaknya dan masih kami buru,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu.
Dikatakannya, penangkapan keempat pelaku penyelundupan baby lobster ini, berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau di rumah tersangka Ahmad Eni ada pengemasan baby lobster. Polisi lantas menyelidikinya, begitu benar langsung digerebek.
Selain mengamankan empat pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya 6.000 baby lobster serta beberapa peralatan yang digunakan untuk pengemasan, sebelum dikirim ke Jakarta.
Sementara dalam pengakuan Ahmad Eni, ia disuruh oleh Hutapea, warga Jawa Barat yang kini masih buron. Ia kenal dengan Hutapea, sejak dua tahun lalu. Kemudian beberapa minggu sebelum tertangkap, Hutapea datang ke rumahnya untuk mengajak bisnis penyelundupan baby lobster.
Untuk membantu pengerjaan pengepakan atau pengemasan baby lobster sebelum dikirim ke Jakarta, Hutapea mengirim tiga anak buahnya. Yakni Asep, Soleh dan Saifudin. Mereka bertiga ini masing-masing diberi komisi Rp 300.000 dan uang makan Rp 100.000 selama membantu pengemasan.
Baby lobster yang akan dikirim ke Jakarta tersebut, dikatakan Ahmad Eni dikirim oleh seseorang dari Pacitan. Kemudian Ahmad Eni dan tiga pelaku lainnya, mengemas dalam kantong plastik. Setiap kantong berisi 200 ekor baby lobster. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :