Orang Tua Tak Miliki Firasat Kepergian Anaknya


MALANG - Jasad Aldo Irwandi Sandono, 19 tahun, putra pasangan Iwan Sandono dan Mira tiba di kota Malang, Minggu (22/10) sekitar pukul 08.00. Korban meninggal dunia akibat kecelakaan Sabtu (21/10) lalu di Jalan Bukit Darmo Boulvard sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Jenazah Aldo dibawa ke Yayasan Gotong Royong di Jalan Taman Tenaga untuk disemayamkan. Keluarga dan teman-temannya terus berdatangan dan terlihat tertunduk meratapi kepergiannya.
Sementara Mira sang ibu dengan mata sembab masih tidak percaya atas kehilangan putra kesayangannya. Ia hanya mampu melihat potret anaknya dari kejauhan. Sedangkan Iwan Sandono mencoba menenangkan istrinya. Sesekali ia juga menyeka air matanya sendiri menahan kesedihan atas kehilangan anaknya.
Aldo Irwandi Sandono yang telah menyelesaikan sekolahnya di SMAK Santa Maria melanjutkan pendidikannya di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya.
Tidak ada firasat buruk mengenai kepergian Aldo hingga akhirnya orang tuanya dikabarkan bahwa putranya mengalami kecelakaan maut.
“Sebelumnya Aldo hanya mengatakan akan pergi menyelesaikan tugasnya di rumah temannya, kami disini juga tidak ada firasat buruk apapun,” ungkap Iwan Sandono yang juga pemilik Depot Jamine Jalan Tidar ini kepada Malang Post.
Iwan mengungkapkan, jenasah putra tercintanya akan dimakamkan setelah menunggu saudara-saudaranya tiba. Sehingga kepastiannya masih menunggu saudaranya.
Hingga akhirnya pada pukul 01.30 WIB dini hari ia mendapatkan kabar bahwa anak kandungnya mengalami kecelakaan dan tidak sadarkan diri.
Aldo sempat tidak sadar ketika ditolong oleh warga sekitar hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat. Setelah mendapatkan perawatan selama 6 jam, nyawa Aldo tetap tak terselamatkan karena pendarahan yang tak mau behenti dan luka yang diakibatkan dari tabrakan tersebut.
Keempat korban segera mendapatkan pertolongan pertama dari PMI yang datang. Polisi lantas memeriksa pengemudi mobil Mercedes Benz tersebut. Pengemudi bernama Ricky Demos Wibisono, 20, warga MT Haryono RT 1, Damai Bahagia BPP, Balikpapan. Tidak sendirian, Ricky bersama Tan Hartanto, warga Kemayoran Baru XVII, Surabaya.
Keterangan lapangan, Ricky mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.  Terlalu kencang memacu, Ricky hilang konsentrasi. Dia langsung menghantam mobil yang melaju di depannya.
”Kami harap Aldo kelak akan menjemput kami di Surga nanti” pungkas Iwan kepada Malang Post. (mg1/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :