magista scarpe da calcio Abah Diperiksa di Jakarta


Abah Diperiksa di Jakarta


MALANG - Maraton pemeriksaan saksi-saksi oleh KPK masih berlanjut hingga Senin (23/10) hari ini. Menurut sumber Malang Post, beberapa anggota DPRD Kota Malang dan anggota eksekutif Pemkot Malang masih akan diperiksa. Salah satunya Wali Kota Malang H. Moch Anton.
Pria yang akrab disapa Abah Anton itu dijadwalkan diperiksa oleh KPK, namun lokasi pemeriksaan tidak sama seperti saksi-saksi sebelumnya di Aula Rupatama Mapolres Malang Kota. Anton dijadwalkan diperiksa di Gedung KPK di Jakarta.
Saat hendak dikonfirmasi mengenail hal ini, Malang Post tidak dapat menemui Abah Anton. Meski begitu dipastikan, dia berada di Jakarta. Hal ini disampaikan Kasubag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto saat dikonfirmasi mengenai keberadaan Abah pada Senin (23/10).
“Iya besok (hari ini,red) Abah di Jakarta. Ada giat, ini jadwalnya,” tutur pria yang akrab disapa Wid ini sambil menunjukkan surat undangan dari Kemendagri RI dalam kegiatan Rakornas Persiapan Pilkada di Hotel Kartika Chandra Jakarta Selatan.
Wid juga menegaskan kedatangan Abah ke Jakarta tersebut untuk menghadiri undangan. Ia mengatakan, dia sendiri yang akan mengantarkan Abah mengikuti acara yang mempertemukan pimpinan-pimpinan daerah se Indonesia tersebut.
Sementara itu, beberapa anggota DPRD Kota Malang juga akan diperiksa. Sumber Malang Post menyebutkan terdapat tiga nama anggota legislatif Kota Malang yang dijadwalkan diperiksa Senin (23/10) hari ini di Mapolres Malang Kota.
Mereka adalah Anggota Komisi B DPRD Kota Malang yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang Yaqud Ananda Gudban. Kemudian anggota Komisi A Tri Yudiani, dan anggota Komisi C Moch Fadli.
Ya’qud Ananda Gudban saat dikonfirmasi mengungkapkan belum mengetahui jadwal pemeriksaan yang dimaksud. “Saya masih perjalanan dari luar kota. Nanti saya cek ya,” ungkap Nanda, Minggu (22/10).
Pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK terhadap saksi-saksi ternyata turut mempengaruhi kondisi psikis anggota dewan. Sebagian besar saksi yang diperiksa KPK sejak Rabu (18/10) lalu adalah anggota DPRD Kota Malang. Jika ditotal sampai Sabtu (21/10) lalu, sudah ada 27 anggota dewan yang diperiksa.

Beri Klarifikasi

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Imam Fauzi menjadi salah satu anggota dewan yang mengaku tidak dapat berpikir terang akibat diperiksa KPK pada Sabtu (21/10) lalu. Ia memberikan klarifikasi terkait keterangannya di media soal hasil pemeriksaan yang dianggapnya tidak sebenarnya terjadi.
Sebelumnya pada media, ia memberikan keterangan bahwa saat diperdengarkan rekaman ia mendengarkan kata-kata uang pelicin. Akan tetapi hal ini tidaklah benar. “Waktu itu saya agak bingung karena habis keluar langsung dicecar pertanyaan. Saya banyak kegiatan setelah diperiksa KPK. Jadi agak terburu-buru, saya ingin meluruskan keterangan kapan hari agar tidak ada persepsi berlebihan,” paparnya, Minggu (22/10).
Ia menegaskan, tidak ada kata-kata uang pelicin dalam rekaman. Namun uang pelicin memang ditanyakan oleh penyidik KPK kepada dirinya saat diperiksa sebagai saksi di Aula Rupatama Mapolres Malang Kota, Sabtu (21/10) lalu.
Politisi PKB ini memaparkan, terdapat tiga pertanyaan yang dilontarkan penyidik KPK. Pertama terkait istilah uang Pokir, lalu apakah dirinya mendengar adanya isu janji dan hadiah dari Pemkot Malang dan apakah dia mengetahui siapa-siapa saja yang ada dalam rekaman yang disodorkan itu.  
“Soal Pokir saya jelaskan itu adalah kumpulan usulan masyarakat dari hasil reses anggota dewan. Kalau soal janji-janji dalam proses pembahasan APBD-P saya hanya pernah dengar desas-desus saja, tidak tahu benar atau tidak. Saya pun tidak pernah menerima uang apapun,” tegasnya.
Imam Fauzi menjelaskan lagi, saat ditanyakan soal rekaman, ia hanya mendengarkan suara percakapan dua orang berlawanan jenis. Dalam rekaman itu juga terdengar soal nominal, namun angka pastinya Fauzi tidak tahu karena suara rekaman yang diputar diakuinya tidak begitu jelas.
“Saya agak lama mengidentifikasi suara. Kurang jelas apakah itu pak ketua (Arief Wicaksono, Red). Tapi saya yakin suara itu bukan pak Arief. Yang perempuan malah tidak tahu. Terus juga dikatakan di sana masalah nominal. Namun angka-angkanya tidak jelas,” tegasnya.
Saat itu Imam diperiksa oleh penyidik KPK sejak pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Ia sudah dua kali dipanggil KPK dan memberikan keterangan sebagai saksi.
Sementara itu kabar dari dua tersangka kasus ini, yakni Jarot Edy Sulistyono dan M Arief Wicaksono masih landai. Setelah pemeriksaan terhadap kasus mereka kembali bergulir, keduanya masih melakukan aktivitas biasa.
Kuasa Hukum Jarot, Haris Fajar saat dikonfirmasi Malang Post mengatakan, sampai saat ini belum ada proses pemanggilan lanjutan oleh KPK terhadap kliennya. Sementara Arief, kurang dari seminggu lalu masih terlihat aktif dalam kegiatan partainya yakni PDI Perjuangan saat mendaftarkan diri ke KPU Kota Malang. (ica/han)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top