Tewas Tenggelam di Selorejo

 
MALANG - Bendungan Selorejo yang berada di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang kembali menelan korban jiwa. Senin (23/10) seorang pencari ikan tewas tenggelam setelah getek (perahu kayu) yang dinaikinya tenggelam.
Korban yang tidak bisa berenang, akhirnya ikut tenggelam bersama getek dan ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Korban diidentifikasi bernama Yulianto, 17 tahun, warga Dusun Laju RT 8 Rw 2 Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Peristiwa ini terjadi di Bendungan Selorejo yang berada di wilayah Desa Pandansari Kecamatan Ngantang. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban, jenazah korban dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Banjarejo.
"Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan, peristiwa ini murni kecelakaan tidak ada unsur kesengajaan," ujar Kapolsek Ngantang, AKP Syahraku mendampingi Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto.
Tiga saksi yang sudah diperiksa adalah Mas'ud, 31 tahun dan Rian Siswanto, 27 tahun, keduanya warga Dusun Laju, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang dan Hanis 35 tahun, warga Dusun Sukoanyar, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. 
Peristiwa ini terjadi pagi hari, sekitar pukul 09.00, Mas'ud pergi ke Bendungan Selorejo untuk mencari ikan dengan menggunakan getek. Getek itu dinaiki oleh Masud dan Yulianto.
Setelah beberapa saat mencari ikan dan dianggap cukup, mereka memilih pulang sekitar pukul 11.30. Dalam perjalanan pulang dengan menaiki perahu, mendekati kawasan dimana Kapal Keruk berada, mendadak ada sebuah perahu mesin lewat hingga menimbulkan ombak yang cukup besar.
Akibatnya, getek yang dinaiki Yulianto dan Mas'ud oleng dan sebagian besar air masuk ke dalam perahu. Keduanya berusaha mengeluarkan air dari perahu, namun pelan-pelan perahu tenggelam ke dalam air.
Mereka berdua pun meloncat dari perahu, Masud sempat berenang sambil terus berteriak minta tolong. Sebuah perahu yang dikemudikan saksi Hanis dan Rian mendekat dan menolong Mas'ud.
Setelah berhasil, saksi Hanis mendekat lokasi Yulianto, namun saat itu hanya tinggal topi milik korban yang mengapung.  
Pencarian pun diteruskan bersama beberapa nelayan lainnya. Dengan menggunakan pengait para nelayan pun mencari, hingga akhirnya korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dari keterangan saksi, ternyata korban memang tidak bisa berenang.
Saat dilakukan pemeriksaan tubuh korban, tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada diri korban. Hari yang sama, korban dimakamkan di Pemakaman Umum desanya. 
"Sebenarnya meskipun tidak bisa berenang, Yulianto ini yang sering mencari ikan, malah ia yang mengajak Mas'ud. Mas'ud sendiri yang keseharian seorang petani, bisa berenang namun ia sebenarnya takut karena tidak pernah mencari ikan dengan menggunakan perahu," jelas kapolsek. (dan/jon)

Berita Lainnya :