Petaka Penjaga SPBU SKI


MALANG – Zuhri, 38 tahun, pria kelahiran Madura yang bertempat tinggal di Jalan Muharto Gang 5 RT 13 RW 07 Kecamatan Kedung Kandang ini meninggal dunia akibat diseruduk oleh Avanza bernopol N 825 RI di SPBU SKI, Jalan Mayjen M Wiyono. Pedagang nasi goreng itu tak akan lagi melayani pelanggannya yang biasa berburu kuliner malam hari. 
Dari data yang dihimpun Malang Post, minggu malam (22/10/17), mobil Avanza putih yang dimiliki oleh King Rent Car ini memasuki area SPBU sekitar pukul 23.15 WIB. Mobil tersebut langsung menuju tangki pompa SPBU di bagian tengah yang dijaga oleh Muhammad Saiful Bahri, 20 tahun, warga Dusun Sumbersari RT 46 RW 07 Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Setelah berhenti, sang sopir segera membuka tutup tangki bensin mobilnya lalu pergi menjauh dari mobil untuk mengangkat telepon. Sedangkan Saiful yang hendak mengisi bahan bakar mobil tersebut mendapatkan informasi dari rekannya, bahwa BBM di tangki pompa bagian tengah sudah habis, sehingga Saiful segera menyusul sopir mobil tersebut untuk memberitahukan agar memindahkan mobilnya.
“Saya yang memberi tahu Saiful kalau tangki pompa tengah sudah habis, sehingga Saiful menyusul dan berbincang dengan sang sopir,” papar Aldo pegawai SPBU yang lain.
Sesaat setelah mereka berbincang, Aldo menjelaskan, Saiful kembali dan sudah memegang kunci mobil yang tadi dibawa oleh pengemudi tersebut. “Jika bapak berkenan, biar saya yang memindahkan mobilnya pak,” ungkap Saiful lirih saat dikonfirmasi oleh Malang Post tentang obrolannya dengan sopir.
Saiful segera menutup tutup tangki bahan bakar mobil lalu memasuki mobil Avanza tersebut. Ketika Saiful men-starter mobil, mobil tidak mau menyala sehingga Saiful kembali mengulanginya. Pada percobaan kedua, Saiful menghidupkan mobil dengan sedikit menginjak gas, sehingga ketika mobil menyala, mobil langsung tancap gas dan tidak bisa dikendalikan oleh Saiful.
Mobil yang dikendarai oleh Saiful melaju, lalu ia membanting kemudi ke kanan mencoba menyeimbangkan kemudi agar tidak menabrak tembok. Mobil pun berubah haluan ke arah timur dengan kecepatan tinggi hingga menghantam bodi belakang motor Yamaha Vixion yang dikendarai oleh Erwin Sasongko.
Erwin dan motornya terpelanting, namun ia tidak mengalami luka serius. Mobil yang telah menabrak motor Vixion tersebut masih melaju hingga menabrak Zuhri yang saat itu sedang menyapu tepat di samping kiri gerobak nasi gorengnya. Zuhri ikut terseret mobil sejauh 3 meter hingga akhirnya mobil berhenti setelah membentur tiang telepon.
Mengetahui hal ini, warga sekitar langsung berhamburan untuk mengamankan Saiful dan mengamankan keadaan sekitar agar Zuhri tidak tersentuh oleh orang yang hendak melakukan evakuasi tanpa bantuan tim medis. Warga yang berada di sana pun segera memanggil pihak yang berwajib dan ambulans untuk mengevakuasi Zuhri.
“Zuhri ini nasi gorengnya enak sekali, langganan saya sejak tiga tahun lalu. Namun saya juga merasakan keanehan saat itu karena tidak biasanya dia melayani pembeli dengan melamun, hingga akhirnya ketika pelanggan tinggal saya dan suami, Zuhri sempat mengatakan bahwa ia akan pulang,” papar Arimbi yang malam itu membeli nasi goreng bersama suaminya. Namun ia tidak menyangka bahwa kalimat yang diucapkan Zuhri adalah pertanda bahwa ia akan tertimpa musibah itu. Selang beberapa saat pihak kepolisian dan ambulans datang untuk mengevakuasi korban dan barang bukti serta melakukan olah TKP.
Zuhri segera dilarikan ke IGD RSSA Kota Malang, sedangkan pihak kepolisian mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lalu mengevakuasi barang bukti.
“Zuhri mengalami luka pada bagian kanan dan kaki yang patah, lalu benturan keras pada bagian kepala, setelah mendapatkan perawatan selama 4 jam, Zuhri dinyatakan meninggal dunia mengingat parahnya luka yang didapatkan,” jelas Kanit Laka Satlantas Makota Iptu Budi Junaedi.
Ia membenarkan, peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu malam hari. “Saya berharap bagi masyarakat untuk tidak mencoba untuk mengemudikan kendaraan bermotor jenis apapun tanpa pengawasan, dari peristiwa ini kita dapat mempelajari bahwa mencoba kendaraan tanpa adanya pendampingan dari yang ahli akan merugikan banyak pihak” pungkasnya. (mg1/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :