Anggota Harus Profesional Gunakan Senjata Api


MALANG - Duar! Duar! Duar! Bunyi Senapan Serbu V-2 saat memuntahkan peluru, di Mako Brimob Ampeldento, kemarin. Kapolres Malang Kota (Makota), AKBP Hoiruddin Hasibuan, menarik pelatuk SS V-2 buatan Pindad yang dipegangnya, sembari mengarahkan larasnya ke arah sasaran.
Tanpa canggung, mantan anggota Densus 88 Polri itu, memberondong target dengan tembakan peluru dari SS V-2 yang dipeluknya. Seluruh tembakannya, mengenai zona hitam dan tidak ada yang melenceng. “Sudah sering memakai senjata seperti ini,” katanya.
Perwira dengan pangkat dua melati emas itu memimpin sesi rutin latihan menembak Polres Makota di lapangan tembak. Dia menyebut latihan tembak ini menjadi ruang asah ketajaman personel polisi Kota Malang dalam penggunaan senjata api.
“Dengan latihan menembak ini, kami mengharap semua anggota yang bertugas di lapangan agar lebih profesional lagi dalam penggunaan senjata api,” kata Hoiruddin. Sesi latihan menembak ini dihelat tiap enam bulan sekali.
Evaluasi mental ditekankan oleh Hoiruddin. “Petugas di lapangan, harus bisa membuat keputusan yang tepat, cepat, tegas dan tanpa keraguan saat memakai senjata api. Tiap peluru yang dimuntahkan adalah tanggungjawab moral seorang polisi,” tegasnya.
 “Saya menekankan profesionalitas dalam penggunaan senjata api karena tugas para personel lebih berat lagi, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.  Misi kita, masyarakat selalu kondusif, dan dilindungi aparat profesional,” pungkas dia. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...