Truk Gandeng Tergelincir, Lalin Jembatan Metro Arah Kepanjen diturup 12 Jam


MALANG - Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk gandeng pengangkut tebu terguling terjadi di Jembatan Metro, Kepanjen, Selasa (24/10) sekira pukul 02.00 WIB. Dalam laka yang tidak mengakibatkan korban jiwa tersebut membuat alur lalu lintas arah Talangagung ditutup total hampir 12 Jam dan dilakukan rekayasa lalin.
Truk apes yang dikendarai Sunardi, 56, warga asal Desa Sukodadi, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri dengan Nopol AG 8394 KU bermuatan tebu itu terguling dan sempat mudur 50 meter tepat di tikungan depan pemandian Metro Kepanjen. Untungnya truk yang kehilangan kendali tersebut tidak masuk ke dalam jurang setinggi kurang lebih 150 meter.
Kapos Laka Lantas Kepanjen, AKP Yzrieli Gena Pondan yang mendatangi TKP mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. "Saat dilakukan olah TKP ia menjelaskan truk yang nahas saat melewati tanjakan karena remnya ngeblong sehingga berjalan mundur dan tidak bisa dihentikan,” kata AKP Gena di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, dari informasi yang didapat dari saksi, diketahui di depan kendaraan truk yang dikenadari oleh Sunardi juga ada truk gandengan. "Karena terlalu pelan akhirnya depan truk menabrak dan mundur ke belakang hingga Jemabatan," terangnya.
Semantara itu, koordinator truk, Heru, 49, menjelaskan jika truk gandeng yang dikenadarai oleh Sunardi tersebut membawa tebu dari Kediri menuju PG. Kebonagung. Diungkapnya, sebelum gandengan truk terguling ditikungan Metro ada beberapa iringan truk yang juga membawa tebu, namun truk depan yang berjalan terlalu pelan membuat truk yang dikendarainya tidak kuat.
"Karena jalan menajak dan mengalami rem blong, truk tersebut sempat menabrak bagian belakang truk yang tidak diketahui nopol  karena langsung melarikan diri. Akibatnya truk yang dikendarai oleh Sunardi mudur dan terguling. Beruntungnya saat kejadian truk tangki bermuatan 3.300 liter bahan bakar yang berada dibelakang truk muatan tebu yang tergelincir berhasil menghindar dan selamat dari tabrakan," papar Heru kepada Malang Post.
Akibat kejadian tersebut, jalan ke arah Perempatan Kepanjen dari Talangagung sempat dilakukan rekayasa lalin selama 12 jam. "Karena pagi hari membuat macet, kita lakukan rekayasa lalin. Yang dari arah Talangagung kita alihkan beberapa melawati Jalibar agar tidak terjadi kemacetan di Jemabatan Metro," bebernya.
Kendaraan yang terguling cukup besar itu langsung dilakukan evakuasi oleh petugas dibantu alat derek beberpa jam setelah kejadian. Sementara Kapos Laka Lantas Kepanjen, AKP Gena yamg turun langsung mengajak belasan tukang angkut tebu untuk bersama-sama membersihkan tebu yamg berceceran agar arus lalin kembali normal. (eri)

Berita Terkait

Berita Lainnya :