Prostitusi Desa Jeru Berhasil Dihentikan


TUMPANG – Harapan warga Desa Jeru Kecamatan Tumpang, wilayahnya bebas dari praktek prostitusi, kini terwujud sudah. Setelah bertahun-tahun berusaha dan berdoa, aparat kepolisian berhasil menutup kegiatan prostitusi di wilayah RW 05 desa Jeru dengan smooth (lancar dan tenang).
‘’Alhamdulillah, doa warga kami didengarkan Allah. Warga sangat senang. Berkat bantuan dan kerja keras bapak-bapak kepolisian,’’ ungkap Ahmad Saiful Huda, Kepala Desa Jeru Kecamatan Tumpang di kantornya, kemarin siang.
Diakui Saiful, untuk menghentikan prostitusi di wilayahnya bukan pekerjaan mudah. Warga sering terhalang kendala teknis dan non teknis  ketika beraksi dilapangan. Perangkat desapun juga telah berusaha secara komprehensif tetapi tidak bisa terwujud.
Sebaga bukti, Saiful lalu menunjukkan, Surat Pernyataan yang diteken Suwarsono dan Kunaini, sepasang suami istri pengelola rumah prostitusi. Dalam surat satu lembar itu, ada tiga butir kesanggupan menutup praktek asusila sesuai kemauan sendiri.
‘’Tapi, surat yang ditandatangani Juli 2015 di atas meterai itu tidak berguna. Surat itu mandul. Sebab, pasca membuat pernyataan buktinya praktek asusila tetap berjalan,’’ ungkap Saiful bernada hati-hati.
Sementara itu dari pantauan MP dilapangan menunjukkan, kondisinya cukup memprihatinkan. Sebab, rumah yang dijadikan praktek prostitusi itu lokasinya berjarak hanya puluhan meter dari sebuah pondok pesantren.
Tetapi, pihak pesantren dan juga masyarakat tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa mengeluh ke aparat desa melihat keadaan kampungnya. ‘’Kami dan pak Saiful (kades) hanya bisa berdoa saja. Melapor pun juga tidak berani. Kami hanya melapor ke Atas (Allah SWT) saja,’’ ungkap H Ahmad Badri, salah satu tokoh masyarakat.
Dihubungi terpisah, Kabagops Polres Malang Kompol Sunardi membenarkan, yang terjadi di wilayah Polsek Tumpang tersebut. Menurut dia, pihaknya telah melakukan silahturahmi dengan mendatangi Suwarno.
Kedatangannya secara kekeluargaan itu ditanggapi positif  oleh Suwarno. Dalam pertemuan yang disaksikan perangkat desa dan jajaran Polsek Tumpang itu, berjalan sangat gayeng. Keduanya terlibat dialog cukup dalam mulai soal kehidupan sampai soal agama.
‘’Mengambil ikan dalam kolam, tidak harus membuat keruh airnya,’’ tutur Sunardi mengumpamakan pertemuannya malam itu. ‘’Dan Alhamdulillah, pak Suwarno bisa mengerti dan menerima penjelasan dari kami,’’ imbuhnya.
Sejak Kamis pekan lalu, aktifitas rumah prostitusi itu sudah tidak ada lagi. Meski tanpa penjagaan aparat, kehidupan warga RW 05 Jeru, Kecamatan Tumpang, kembali normal seperti sebelum ada prostitusi.
‘’Meski begitu, saya dengar bapak-bapak di Polsek Tumpang tetap mengawasi dan menjaga. Tujuannya agar suasana seperti ini terus terjaga selamanya,’’ ungkap salah satu tokoh pemuda di RT 03 RW 05 yang minta tidak dikorankan namanya. (has /sir)

Berita Terkait

Berita Lainnya :