KPK Analisa Hasil Pemeriksaan Saksi


MALANG - Tim penyidik KPK mulai menganalisa hasil pemeriksaan sejumlah anggota DPRD dan pejabat Pemkot Malang yang dilakukan pekan lalu. Kendati belum diketahui hasilnya, pegiat anti korupsi Kota Malang menduga lembaga anti lembaga anti rasuah itu sedang mencari tersangka baru. 
“Sekarang tim penyidik akan mereview dan menganalisis hasil dari pemeriksaan-pemeriksaan kemarin,” jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha kepada Malang Post, Selasa (24/10) kemarin.
Ia menyampaikan hal ini tentu saja dilakukan untuk mendalami informasi yang dibutuhkan dalam pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan secara maraton, pekan lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, KPK telah menuntaskan pemeriksaan saksi dan memblokir
sejumlah rekening. Di antaranya milik tersangka MAW dan JES.  “Pemblokiran tersebut merupakan bagian dari kewenangan KPK yang ada di pasal 12 UU KPK. Penyidik akan melakukan tindakan yang dibutuhkan dan dianggap perlu demi kepentingan penanganan perkara,” jelas Priharsa.
Koordinator Malang Corruption Watch (MCW) Fachruddin menilai kedatangan KPK kedua kalinya di Kota Malang untuk memeriksa sejumlah saksi menuntun pada pola pemeriksaan untuk menjerat tersangka baru.
“Kalau dilihat dari polanya memang seperti itu. Kita sudah lama sebenarnya punya peta-peta korupsi terkait ini. MCW meyakini bahwa tidak hanya MAW dan JES saja yang jadi tersangka,” tegasnya.
Hal ini dikatakannya karena kasus korupsi yang berakaitan dengan APBD tidak mungkin dilakukan satu atau dua orang. Pasalnya untuk menggolkan sesuatu yang kaitannya dengan APBD membutuhkan tangan banyak pihak dalam sebuah sistem.
Menurut catatan Malang Post, dari hasil pengakuan beberapa anggota dewan yang diperiksa sebagai saksi mengarah pada hal yang sama. Pertanyaan apakah mendapatkan tawaran uang pelicin ‘pokir’ dan mengidentifikasi suara pada rekaman selain tersangka menunjukkan indikasi adanya yang sedang diincar. (ica/van)

Berita Lainnya :

loading...