Warga Wonosari Hajar Maling Burung

 
MALANG - Emosi warga Dusun Lupawon, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Selasa (24/10) petang memuncak. Mereka menghakimi pencuri burung jenis Murai Medan. Tersangkanya Conghu, 22, pemuda asal Tuban, yang lama tinggal di Dusun Tumpangrejo, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari.
Beruntung saat massa semakin banyak, Conghu segera diamankan salah satu warga. Selanjutnya dengan kondisi babak belur, pemuda yang lengannya penuh tatto ini diserahkan ke petugas Polsek Wonosari. Hingga kemarin, Conghu masih dalam pemeriksaan.
“Kami masih kembangkan kasusnya. Karena tidak hanya sekali saja mencuri, ada beberapa TKP pencurian lain,” ujar Kapolsek Wonosari, AKP Triwik Winarni. Pencurian itu dilakukan Conghu sekitar pukul 18.00. 
Korbannya adalah Pandi Readianto, warga sekitar. Saat kejadian, korban berniat hendak salat Maghrib. Sementara burung Murai Medan miliknya dijemur di teras depan rumah. Conghu yang sebelumnya berkeliling mencari sasaran dengan mengendarai motor Honda Beat, N 4111 EI melihat hal ini.
Melihat tidak ada orang, tersangka langsung timbul niatan mencuri. Ia menghentikan motor di depan rumah korban. Selanjutnya jalan kaki menuju ke halaman rumah korban. Tanpa pikir panjang, tersangka lantas menurunkan sangkar dan berusaha mengambil burung Murai.
Namun apes, upaya pencurian belum sempat berhasil, aksinya diketahui oleh korban dan warga sekitar. Selanjutnya warga langsung menangkap tersangka dan menghakiminya hingga babak belur. Baru kemudian bersama barang buktinya diserahkan ke Polsek Wonosari.
"Tersangka mengaku sudah tiga kali mencuri burung di wilayah Wonosari. Kami masih mengembangkan kasus lainnya,” paparnya. Polisi juga mencari informasi kemana Conghu menjual burung-burung curiannya. (agp/mar)

Berita Lainnya :