Buron 7 Bulan, Penipu Ditangkap

 
MALANG - Pelarian Wahyu Dedik Irawan alias Andre, 30, berakhir dengan meringkuk di balik rutan Mapolsek Sumberpucung, sejak Rabu lalu. Warga Jalan Ronggolawe, Desa/Kecamatan Sumberpucung ini, ditangkap karena kasus penipuan dan penggelapan. Andre diringkus di rumahnya setelah tujuh bulan ini menjadi buronan polisi.
"Tersangka selama ini kabur ke Batam dan Tulungagung. Begitu kami mendapat informasi kepulangannya, langsung kami amankan," ujar Kanitreskrim Polsek Sumberpucung, Aiptu Nurrohman.
Andre dilaporkan oleh Ahmad Kusen, warga Jalan Raya Desa Slorok, Kromengan pada 1 Maret 2017 lalu. Korban melapor telah tertipu oleh tersangka. Akibat penipuan Ahmad Kusen mengalami kerugian sekitar Rp 15,5 juta.
Kisahnya berawal dari perkenalan tersangka dengan korban pada bulan September 2016 lalu, di sekitar Pasar Ngebruk, Sumberpucung. Dari perkenalan itu, keduanya lantas saling ketemu. Kemudian setelah akrab, tersangka menawarkan bisa membelikan motor dengan harga murah.
Selanjutnya pada pertengahan Oktober 2016, korban meminta tolong pada tersangka untuk membelikan motor Honda Vario, secara kontan dengan memberikan uang Rp 15,5 juta. Namun oleh tersangka tidak dibelikan kontan, melainkan kredit. Kemudian selang beberapa hari, tersangka menemui korban untuk menyerahkan motornya. 
"Terangka saat itu beralasan kalau BPKB motor masih menunggu. Korban pun percaya dengan perkataan tersangka," jelas Nurrohman.
Setelah sekitar dua minggu, tersangka menemui korban. Ia meminjam motor Honda Vario dengan alasan untuk mengambil BPKB. Korban yang tidak curiga, lantas menyerahkan motor serta STNK. 
Namun, ternyata motor itu oleh tersangka malah dibawa kabur. Motornya digadaikan kepada seseorang sebesar Rp 4 juta. Korban yang curiga karena motornya tidak kunjung dikembalikan, lantas berusaha mencari. 
Lantaran tidak ketemu, akhirnya korban yang merasa tertipu lantas melaporkan ke Polsek Sumberpucung. Berdasarkan laporan itulah, polisi lantas memburu tersangka Andre. "Saya selama ini kabur ke Batam selama enam bulan, kemudian pindah ke Tulungagung selama sebulan," ujar tersangka Andre.
Dalam keterangannya, bapak satu anak ini, mengatakan kalau uang hasil penipuan dan penggelapan habis digunakan untuk biaya hidup keluarganya. Andre, juga mengaku pernah menipu pemilik rental mobil di Ngajum, dengan membawa kabur mobil rental yang disewanya.
"Saya tiga kali ini melakukan penipuan. Semuanya karena butuh uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga," tuturnya.(agp)

Berita Lainnya :