Usai Pesta Arak, Bacok Teman

 
MALANG – Polsek Sukun bakal melakukan razia minuman keras di wilayah hukumnya paska peristiwa pembacokan yang dilakukan oleh Nanang Rembes, 31 tahun warga Sukun Gempol. Hal ini tidak lepas dari miras diduga ilegal, sebagai sumber permasalahan antara Nanang dan korban bacokan M Ferri, 20 tahun warga Jalan Lembayung VII RT 02 RW 02, Bumiayu.
Dalam pengakuan Nanang Rembes kepada wartawan di rilis Polsek Sukun sore kemarin, dia emosi dan tersinggung atas omongan Ferri tentang dirinya. 
“Dia bilang saya ini metuek, sehingga saya tersinggung dan pulang untuk mengambil parang lalu mendatangi dan membacok dia. Niat saya ngapokno. Kita memang saat itu habis minum arak,” kata Nanang.
Menurut pengakuan pria yang kesehariannya menjadi tukang cat itu, dia sempat berpesta miras bersama Ferri meskipun tidak saling mengenal. Karena, Nanang hanya mengenal David. Sedangkan, David adalah teman Ferri. Setelah urunan membeli arak kemasan seharga Rp 30 ribu, Nanang dan Ferri sama-sama berada di bawah pengaruh alkohol.
“Saya urunan membeli miras di Sukun Gempol, tempatnya di sebelah sungai dekat jembatan,” kata Nanang. 
Sementara itu, Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta menyebut pihaknya akan melakukan razia, terutama terhadap miras yang tidak berizin alias ilegal demi menekan angka kejahatan seperti yang dilakukan oleh Nanang.
“Kita akan melakukan operasi miras, kami menduga miras yang dikonsumsi oleh pelaku adalah miras ilegal tanpa izin edar yang kadar alkoholnya tidak terkontrol. Miras ilegal ini berbahaya bagi iklim kondusif dan ketentraman masyarakat Sukun,” jelas Anang kepada wartawan, saat rilis kemarin.
Selain melakukan operasi miras, Anang juga masih memburu dua pelaku lain yang ikut memukul Ferri saat Nanang Rembes melakukan pembacokan. Menurut pengakuan Nanang kepada Anang, para DPO yang membogem korban, masih merupakan warga Sukun Gempol. Sehingga, Nanang akan menggerakkan anggotanya untuk memburu pelaku.
“Para DPO juga akan saya kejar, penyidikan masih terus berlangsung. Semua pelaku, akan kami kenakan dengan pasal 170 KUHP soal pengeroyokan. Khusus Nanang dikenakan pasal tambahan dugaan pelanggaran UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 tentang sajam,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...