DPO Modus Tabrak Adik Ditangkap

 
MALANG – Polsek Klojen menciduk terduga pelaku penipuan modus tabrak adik, Erol Herman Patirane alias Bernard 41 tahun warga Jalan Karimunjawa gang 3 nomor 5 Klojen. Setelah menjadi buronan polisi selama satu tahun dan melarikan diri keluar kota, Bernard yang pulang kampung, langsung ditangkap Polsek Klojen di rumahnya.
Kapolsek Klojen Kompol Andi Yudha Pranata, lewat Panit Reskrim Polsek Klojen Ipda Yulius Sapto Edi, menyebut Bernard, adalah bagian dari komplotan penipuan di Jalan Jombang.
“Tersangka lain bernama Cukup sudah menjalani proses persidangan. Sedangkan, Bernard ini DPO yang tertangkap setelah pulang ke Malang,” kata Sapto kepada wartawan di Polsek Klojen, siang kemarin.
Bernard yang menjadi DPO, melarikan diri ke Surabaya dan Jakarta. Setelah tidak tahan berpisah lama dengan anak istrinya, Bernard diam-diam kembali ke Malang. Kepulangannya tercium oleh petugas dan pada 18 Oktober lalu, Bernard yang sebelum menjadi DPO adalah wiraswasta, diringkus di rumahnya.
Sapto menjelaskan, Bernard adalah salah satu pelaku yang memakai modus tabrak adik untuk mengelabui korbannya. Kejadian penipuan ini, terjadi pada 30 November 2016 lalu.
M Marzuki 19 tahun warga Bululawang, membonceng Choirul Umam 22 tahun warga Wandanpuro Bululawang, dengan Kawasaki Ninja RR N 6017 EE tahun 2015. Keduanya, melintas di Jalan Sumbersari. Mereka lalu didatangi tiga orang, termasuk Cukup dan Bernard.
“Para pelaku langsung menuding korban pernah menabrak adik pelaku. Korban dipepet dan dipaksa mengikuti para pelaku hingga ke Jalan Jombang. Setelah itu, dengan tipu muslihat, kedua korban disuruh turun dari motor agar menyerahkan motornya kepada pelaku,” kata Sapto.
Bernard dan DPO berinisial GF, membawa masuk motor Ninja bersama Choirul Umam, ke sebuah gang di Jalan Jombang. Sementara, Cukup berada di mulut gang, bersama korban Marzuki.
Bernard membawa motor sendiri, sedangkan GF mengambil motor Ninja, beserta uang Rp 9 juta milik Umam, dan memintanya menunggu di dalam gang tersebut. GF berdalih akan menjemput adiknya untuk membuktikan bahwa bukan Umam yang melakukan penabrakan. 
“Pelaku lalu menaiki motor Ninja tersebut dan tidak kembali. Kejadian siang hari, sore harinya Cukup tertangkap bersama dengan motor yang kini menjadi barang bukti. Bernard dan DPO lain lari keluar kota. Kita masih memburu DPO yang tersisa,” tambah Sapto.
Uang Rp 9 juta dibagi menjadi tiga, sementara motor tidak sempat terjual. Bernard dikenakan pasal 378 KUHP dengan dugaan tindak pidana penipuan. Bernard mengaku menyesal melakukan kejahatan tersebut.
Selama pelarian, dia memakai uang Rp 3 juta yang dibagikan oleh GF untuk kehidupan sehari-hari. Karena uang itu tidak cukup untuk menopang hidup dalam pelarian, Bernard memilih pulang ke Malang.
“Saya sangat menyesal, keluarga dan anak istri saya terpukul. Saya tidak mau mengulangi lagi,” ujarnya.(fin/jon)

Berita Lainnya :