magista scarpe da calcio Griselda Lenyap Tanpa Bekas


Griselda Lenyap Tanpa Bekas


 
MALANG - kemarin, genap sepekan Griselda Padma Nathaniela Agnienda, warga Desa Sanankerto, Turen pergi meninggalkan rumah. Siswi kelas XI salah satu SMA Negeri di Turen ini, hilang secara misterius. 
Keluarga sama sekali tidak mengetahui dimana sekarang keberadaannya. Ninik, ibunya ketika dikonfirmasi tentang hilangnya Griselda membenarkannya. Sampai kemarin, anak sulung dari dua bersaudara tersebut masih belum ketemu. 
“Masih belum pulang, karena juga belum ada kabar,” ucap Ninik, kepada Malang Post.
Ia mengatakan, Griselda diketahui hilang sejak Jumat (20/10) pagi lalu. Saat itu, ia berpamitan kepada ibu kosnya, di Jalan Kenongosari, Kelurahan/Kecamatan Turen untuk berangkat sekolah. 
Griselda berangkat sendirian dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.
“Ketika berangkat sekolah, seperti biasanya. Tidak ada masalah sama sekali. Dia juga tidak pernah bercerita apapun,” ujarnya. Namun, ternyata Griselda tidak masuk sekolah. 
Entah ia pergi kemana, serta dengan siapa sama sekali tidak ada yang tahu. Teman-teman sekolahnya, juga tidak mengetahui kemana perginya. Seharusnya jika masuk sekolah, sekitar pukul 15.00 sudah pulang. Tetapi sampai malam, Griselda tidak kunjung pulang. 
Ninik, berusaha menghubungi nomor teleponnya namun tidak bisa. Baru sekitar pukul 18.30, Griselda mengabari lewat WhatsApp (WA), kalau paketan internetnya habis. Setelah itu, Griselda sudah tidak ada kabarnya lagi.
“Permasalahannya apa, sama sekali tidak tahu. Padahal Kamis malam, dia masih ikut pentas seni di desa. Sampai saat ini, juga tidak ada komunikasi sama sekali,” tuturnya sembari mengatakan bahwa hilangnya Griselda, sudah dilaporkan ke polisi.
Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Purnomo, mengatakan kalau sampai kemarin Griselda masih belum ditemukan. Pihaknya masih terus menyelidiki keberadaannya. Karena teman-temannya juga tidak ada yang tahu kemana perginya.
“Jumat itu, korban sempat datang ke sekolah dan bertemu teman-temannya. Namun saat itu, salah menggunakan seragam. Seharusnya memakai batik, korban menggunakan pramuka. Dan mengatakan kepada temannya tidak masuk sekolah,” jelas Purnomo. (agp/mar)
 

Berita Lainnya :