Dor! Lima Rampok Ndelosor


 
BATU - Kawanan perampok yang beraksi di Malang Barat berhasil dilumpuhkan tim buru sergap Satreskrim Polres Batu. Kelima rampok langsung terjungkal dalam operasi penangkapan yang dilakukan terpisah di dua kota.
Kelima pelaku yakni MR, 35, warga Desa Sumberkare, Kecamatan Wonokerto, Probolinggo ditangkap di Probolinggo bersama IM, 21,warga Desa Tewung, Probolinggo dan AU, 37, warga RT11 RW04, Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Probolinggo.
Sementara tim lainnya menangkap AS, 28 dan AJ, 38, keduanya warga Dusun Sambileren, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember di Bondowoso. Sama seperti tiga temannya yang lain, kedua kaki tersangka ini juga jebol ditembus pelor polisi karena melakukan perlawanan.
Selain itu, polisi juga menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) atas inisial HR,36, warga Bondowoso yang kini dalam pengejaran. “Kawanan bajing loncat ini sering beraksi di Malang Barat, terakhir mereka beraksi di Pujon, Jumat (20/10)  pukul 06.30,” jelas Kompol Nurmala, Wakapolres Batu.
Selain menangkap kelima tersangka, polisi berhasil mengamankan sebuah HP merek Asus, sebuah HP Lenovo, dua buah sajam clurit, sebuah linggis, dua pisau, satu unit truk Mitsubishi Ragasa S 8127 UP warna merah yang bermuatan batu alam, tiga utas lakban dan seutas raffia warna merah, dua lakban dan sebuah baju warna coklat.
Uniknya komplotan ini meski dikenal berdarah dingin dan kejam, ternyata dipimpin oleh seorang penyandang disabilitas. MR yang merupakan pemimpin komplotan tidak memiliki dua tangan karena terkena ledakan bondet.
Kendati tangannya hilang hingga sebatas pergelangan tangan, MR ternyata cukup ahli mengemudikan mobil. Lebih unik lagi, salah satu anggota komplotan yang berinisial AS berstatus mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Jember.
Peristiwa perampokan ini terjadi di depan makam Desa Ngroto, Kecamatan Pujon sekitar pukul 06.30. Mereka menghentikan truk Mitsubishi warna merah yang bermuatan batu alam yang dikemudikan oleh OR, 31, warga Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
“Saat truk melintas di depan makam ini, mendadak disalip sebuah mobil Toyota Avanza warna putih yang langsung melintangkan mobilnya ditengah jalan, hingga akhirnya, truk ini tidak bisa berjalan lagi,” ujar AKP Dzaki Dzul Karnaen, Kasatreskrim Polres Batu.
Dari dalam mobil langsung keluar lima orang yang meminta OR dan FPY turun. Begitu turun, mereka langsung menggebuki keduanya. Kemudian memasukkan ke dalam mobil Avanza, kemudian didalam mobil keduanya diikat tangannya, mulut dan mata. 
Keduanya kemudian dibuang di kawasan Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. Mereka ditemukan dalam kondisi terluka memar oleh warga dan dilarikan ke RS Bhayangkara. Sekitar pukul 10.30 pada hari yang sama, polisi menemukan sebuah truk Mitsubishi warna merah tak bertuan di parkir di depan kios buah di Desa Beji, Jalan Soekarno.
“Saat kita cross check, truk itu yang dikemudikan oleh korban OR dan FPY. Kita menduga kalau truk mengalami kerusakan, hingga akhirnya ditinggalkan begitu saja,” ujar kasat. Dari penemuan truk ini, polisi mendapatkan titik terang, salah satunya adalah cirri-ciri pengemudi dan kenek truk tersebut.
 
Punya Peran Sendiri
Dari hasil penyelidikan muncul nama IM dan HR, kedua perampok ini yang menaiki barang jarahan tersebut. Ternyata saat dilarikan, sesampai di Desa Beji, kampas kompling truk rusak, hingga ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan, depan kios buah.
Polisi pun melakukan pengejaran dan menangkap AJ dan AS di Bondowoso. Dari penangkapan tersebut, keduanya mengakui perbuatannya telah merampok bersama enam orang lainnya. Saat bersamaan tim lainnya berhasil menangkap AU, MR dan IM di rumahnya masing-masing di Probolinggo. 
Dalam penangkapan tersebut, kelima orang ini berusaha melawan dan kabur, hingga polisi terpaksa menembak kaki mereka. Ketika diperiksa, terungkap mereka sudah merencanakan dengan matang, otak dari perampokan ini adalah MR, AJ berperan mengamankan dan mengawasi daerah sekitar.
AS dan AU berperan menodongkan celurit dan mengeluarkan sopir dari truk dan memasukkan sopir ke Avanza kemudian membuang korban di Cangar. Sementara IM berperan mengendarai truk bersama HR yang kini menjadi DPO. Mereka pernah masuk penjara dalam kasus pencurian dan pemberatan. (dan/mar)

Berita Lainnya :

loading...