Ulum Sempat Dikeroyok Dua Orang


 
MALANG - MAS Ulum, penjaga malam di Jalan Candi Agung I Malang diduga dikeroyok dua orang sebelum meninggal dunia. Menurut keterangan Sulkan, ayah kandungnya, Ulum bersama dua orang tersebut, berada di bawah pengaruh minuman keras pada hari Jumat (27/10) lalu.
“Dia minum dengan dua temannya. Tidak ada masalah apapun. Tidak ada dendam, tidak ada utang, baik-baik saja. Ya mungkin karena minum itu,” katanya kepada wartawan saat datang ke lokasi penemuan mayat anaknya, sore kemarin. 
Kakek empat cucu tersebut, mengaku tidak tahu seperti apa persisnya peristiwa pengeroyokan. Sementara itu, saksi mata pengeroyokan, Lita, 21, mahasiswi kos depan pos satpam, melihat dengan mata kepalanya sendiri pengeroyokan terhadap Ulum. 
Peristiwa itu terjadi Jumat (27/10) sekitar pukul 12.30. Dari lantai dua kos-kosan, Lita melihat Ulum dipukuli dan dikeroyok dua orang.
“Sebenarnya ada orang yang mendekat, tapi kesulitan melerai,” ujarnya kepada wartawan. 
Setelah Ulum dipukuli, dua orang tersebut pergi dari pos kamling. Karena itu, saksi mengaku heran dengan suasana pos kamling yang tidak seperti biasanya. Menurut mahasiswi asal Jombang ini, pos kamling itu minim aktivitas paska peristiwa pengeroyokan, Jumat malam lalu.
Polisi sendiri mengaku memilih menunggu hasil otopsi dari tim medis kamar jenazah RSSA Malang.
“Masih belum tahu penyebab kematian korban, perlu menunggu hasil keterangan dari dokter,” kata Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra.
Namun, ada saksi yang menyebut korban dalam kondisi mabuk berat, dan ditemukan barang bukti satu botol 1,5 liter yang berbau alkohol jenis ciu.  Terkait luka dan bekas lebam yang ditemukan di tubuh korban, Ambuka juga masih menantikan keterangan tim dokter. 
Perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu enggan berspekulasi terkait penyebab kematian korban, apakah karena pengeroyokan atau karena minuman keras yang ditenggaknya.
“Dugaan meninggal karena pengeroyokan belum ada,” tegasnya. 
Dia beralasan masih menunggu hasil otopsi.
“Kita masih harus memeriksa pihak keluarga korban terlebih dahulu. Dugaan meninggal karena menenggak miras oplosan juga masih harus menunggu hasil visum dari tim dokter,” tutup mantan Kasatnarkoba Polres Banyuwangi ini. (fin/mar) 

Berita Lainnya :