Pulang Dugem, Tabrak Tiga Orang


MALANG – Keheningan suasana di Jalan Urip Sumoharjo Rampal, menjelang subuh (29/10/17) terkoyak. Suara nyaring benturan hebat antara Honda Brio N 1929 JX yang menabrak tiga motor secara beruntun, membangunkan pemilik rumah di sepanjang jalan itu. Brakkkk!!
Sekitar pukul 4 pagi, mobil warna merah yang dikendarai Ajeng Putrining Astiti (25) menabrak tiga motor yang dikendarai Edo Ardi (20), kakak-beradik Dody Wildhan (27) dan Dony Firmansyah (20). Ketiganya mengalami luka parah dan langsung dilarikan ke RSSA Malang.
Akibat kecelakaan tersebut, Dody langsung menjalani operasi panggul karena patah. Kedua kakinya juga patah. Sedangkan, Dony dirawat di UGD karena kaki kanannya patah. “Biaya pengobatan masih belum tahu, masih bingung mengurus keponakan,” jelas Intas Ratri Purwidyaningrum (35), keluarga dari korban kakak adik Dody dan Dony.
Menurut Intas, Ajeng mengendarai mobil dalam pengaruh alkohol hingga terjadi tabrakan. “Dua keponakan saya, Dody dan Dony menyebut cewek itu mabuk habis dugem. Saya tidak tahu mabuk di mana,” kata Intas, dikonfirmasi Malang Post kemarin.
Menurut Intas, dua keponakannya baru saja pulang malam mingguan di daerah GOR Ken Arok bersama komunitas Honda CB 70. Setelah itu, Dody dan Dony warga Jalan LA Sucipto XXII RT 06 RW 10 Blimbing dan Edo warga desa Haukirsari Tugumulya Musirawas Sumsel, pulang lewat jalan utama. Mereka melintas di Jalan Urip Sumoharjo Rampal pukul 04.00 WIB sebelum akhirnya terjadi kecelakaan nahas ini.
Keluarga Dody dan Dony menuntut ganti rugi dan biaya pengobatan kepada pengendara mobil. “Harus tanggung jawab, keponakan saya harus dapat keadilan. Kasihan mereka berdua adik kakak sama-sama kecelakaan,” tuturnya.
Sementara itu Kanit Laka Satlantas Polres Makota, Iptu Budi Junaedi mengatakan kecelakaan berawal dari hilangnya kendali mobil yang dikendarai Ajeng, warga Dusun Krajan Timur RT 02 RW 03 Pakiskembar, Pakis. “Mobil Brio berjalan dari barat ke timur, lepas kendali di Jalan Urip Sumoharjo dan haluannya terlalu menyimpang ke kanan,” kata Junaedi kepada Malang Post.
Saat mobil Brio mulai masuk ke haluan jalan yang berlawanan, tiga pengendara melintas. Yakni, Edo pengendara motor N 5504 CM, Dody pengendara motor N 5336 CS dan Dony pengendara N 4189 AY. Para pengendara motor tidak menyangka mobil Brio tersebut masuk ke jalur berlawanan, dan langsung menabrak mereka secara beruntun.
“Akibatnya bodi depan mobil Honda Brio rusak, kaca depan retak. Sementara tiga motor hancur. Pengemudi mobil tidak mengalami luka, sedangkan Edo mengalami luka di wajah, Dody luka di pinggul, Dony luka di kaki,” kata Junaedi.
Terkait dugaan pengendara mabuk dan nekat mengendarai mobil, perwira dengan dua balok emas di pundaknya ini tidak mendapat laporan dari anggota piket Unit Laka. “Saya belum mendapat informasi atau laporan itu dari anggota,” tambah Junaedi.
Di sisi lain, Ajeng masih belum terkonfirmasi hingga tadi malam. Namun, informasi yang dikumpulkan Malang Post menyebut, Ajeng adalah mahasiswi pascasarjana salah satu kampus swasta di Kota Malang. Dia juga disebut belum lama membeli mobil Honda Brio tersebut, dan menjadi anggota komunitas pengendara mobil Honda Brio. Sementara, Kasatlantas Polres Makota, AKP Ady Nugroho menyebut kecelakaan yang terjadi di jalanan Kota Malang, selalu disebabkan oleh human error.
“Lebih dari 95 persen kecelakaan selalu disebabkan oleh human error atau kesalahan pengendara. Kecelakaan, juga selalu diawali dari pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara,” tutur Ady.(fin/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :