Mabuk Berat Tenteng Celurit

 
MALANG - Mabuk dengan membawa senjata tajam jenis celurit, mengantarkan Dedi Harianto alias Adi, 33, meringkuk dalam penjara. Warga Desa Putat Lor, Gondanglegi, dini hari kemarin diamankan petugas Polsek Gondanglegi, di pinggir Jalan Raya Desa Putat Lor. 
Polisi mengamankannya, setelah ada laporan dari warga. Masyarakat takut, lantaran Adi yang terpengaruh minuman keras, ngamuk sembari menenteng celurit. Ia beralasan mencari seseorang yang telah memukulinya.
“Khawatir ada korban salah sasaran inilah, kami langsung cepat mengamankannya. Apalagi tersangka saat itu juga dalam kondisi mabuk berat," ungkap Kanitreskrim Polsek Gondanglegi, Ipda Heriyani.
Diperoleh keterangan, dini hari itu di Desa Putat Lor, ada pertunjukkan miniatur truk. Kegiatan ini mengundang banyak sekali penonton Sebelum diamankan polisi, tersangka sempat terlibat perkelahian dengan orang yang tidak dikenal. 
Dedi Harianto alias Adi mengaku telah dipukuli seseorang. Tidak terima dengan pemukulan yang dialaminya, tersangka pulang ke rumah untuk mengambil celurit. Selanjutnya dalam kondisi mabuk, kembali ke lokasi dengan membawa celurit. 
Ia ngomel sendiri sembari mencari orang yang telah memukulinya. Warga sekitar yang merasa risih dan khawatir menjadi korban salah sasaran, lantas melaporkan kepada polisi. Berdasarkan laporan itulah, polisi langsung mengamankan tersangka saat masih di lokasi.
“Pengakuannya, celurit tersebut digunakan untuk jaga diri dan balas dendam pada orang yang telah memukulinya. Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951," jelas mantan Kanitreskrim Polsek Bantur ini. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :