Mengaku Tanah Diserobot, Lapor Polda

 
MALANG – Didampingi kuasa hukumnya, Kasiono, warga Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, kemarin siang mendatangi Polda Jawa Timur. Ia melapor penyerobotan tanah yang dilakukan oleh kelompok AS, warga Desa Saptorenggo. Pengaduannya diterima dengan bukti surat laporan polisi nomor : LPB / 1379 / X / 2017 / UM / Jatim.
“Kami membuat laporan ke Polda Jatim, karena saat melapor ke Polres Malang tidak bisa, dengan alasan bahwa lahan yang menjadi pokok masalah dalam sengketa. Makanya hari ini (kemarin, red) kami langsung ke Polda Jatim untuk laporan,” terang Syarif Hadi Suryono, SH, kuasa hukum Kasiono.
Diterangkannya, lahan milik Kasiono yang diserobot oleh AS, berada di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis. Luasnya sekitar 1,3 hektare. Lahan tersebut, sudah dikuasai sejak sekitar tahun 1984 lalu.
Pada tahun itu, Kasiono yang menjadi anak angkat dari (alm) Katam, mendapat warisan lahan seluas 8510 meter persegi. Lalu, beberapa tahun kemudian Kasiono membeli lahan disebelahnya hingga total luas lahannya sekitar 1,3 hektare. Lahan tersebut oleh Kasiono ditanami tanaman tebu.
Kemudian sekitar tahun 1994, Kasiono mengajukan pembuatan sertifikat tanah lewat Prona. “Karena Kasiono hanya anak angkat, akhirnya pembuatan sertifikat dinamakan Darip, yang merupakan anak kandung (alm) Katam,” ujar Syarif.
Setelah puluhan tahun dikuasi, namun tiba-tiba pada awal tahun 2017 lalu, Kasiono digugat oleh AS (anak Darip atau cucu alm Katam, red) beserta saudaranya ke Pengadilan Negeri Kepanjen. Dalam persidangan tersebut Kasiono kalah, hakim telah memutuskan menerima gugatan.
Namun Kasiono yang merasa berhak atas lahan tersebut, langsung mengajukan banding yang kini masih dalam proses. Tetapi, saat permasalahannya masih banding, pada Rabu (25/10) lalu, AS mengeksekusi tanaman tebu di lahan Kasiono. Kemudian dilanjut pada Sabtu (28/10) meratakan lahan. Karena itulah, akhirnya Kasiono yang merasa dirugikan melaporkan ke Polda Jatim.
“Laporan kami buat lantaran ingin mencari keadilan. Sebab, gugatannya masih proses banding, kok lahan sudah direbut,” tuturnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...