Dua Pemuda Ditangkap Warga

 
MALANG – Hanya karena buah pisang, dua pemuda warga Dusun Sumbersari, Desa/Kecamatan Wonosari, yakni MAM, 21 serta JDS, 18, sempat berurusan dengan petugas Polsek Ngajum, akhir pekan lalu. Mereka diamankan warga, setelah tertangkap tangan mencuri dua tundun pisang milik Saturi dan Mardi, warga Dusun Sukoyuwono, Desa Palaan, Ngajum.
Namun karena kedua korban tidak menuntut dan telah memaafkan perbuatan keduanya, apalagi kerugian yang dialami juga hanya sebesar Rp 50 ribu, akhirnya MAM dan JDS dilepaskan. Kasus pencurian tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan menghadirkan saksi Kepala Desa Palaan, Ngajum.
“Kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan, dengan alasan kemanusiaan. Selain karena korban tidak menuntut, juga kerugiannya sangat kecil,” ujar Kanitreskrim Polsek Ngajum, Ipda Bambang Wijanarko.
Diperoleh keterangan, Sabtu (28/10) malam, keduanya bermain ke Stadion Kanjuruhan Kepanjen, dengan berboncengan sepeda motor Honda Supra N 2241 AA. Sepulang dari stadion mereka mengalami nasib sial. Ketika di tengah perjalanan, roda sepeda motornya bocor. Mereka juga kehabisan uang untuk membeli bensin.
“Agar bisa pulang, mereka pun terpaksa memberanikan diri untuk hutang kepada warga,” tuturnya. 
Namun setelah itu, mereka bingung bagaimana cara untuk mengembalikan uangnya. Akhirnya dengan pikiran bimbang, mereka berjalan mencari kebun.
Begitu menemukan kebun pisang, mereka lantas mengambil dua tundung pisang. Sedianya akan dijual dan uangnya untuk membayar hutang.
Namun belum sempat membawa kabur dua tundun pisang, mereka ketahuan warga. Meski sempat kabur, tetapi mereka akhirnya terjatuh karena panik. Apalagi, saat kabur keduanya juga tersesat lantaran tidak tahu jalan.
Beruntung, warga yang mengamankannya saat itu tidak main hakim sendiri. Sebaliknya, warga langsung menyerahkan keduanya beserta barang bukti ke Polsek Ngajum.
Namun hanya sehari saja menginap, mereka akhirnya dipulangkan setelah korban menyatakan tidak menuntut.(agp/jon)

Berita Lainnya :