Dua Kali Nyopet di Pasar kepanjen

 
MALANG – Ampun! Ucap Jumaiyah, sembari menangis ketika digelandang menuju Polsek Kepanjen, kemarin pagi. Wanita asal Jalan Kapten Piere Tendean, Desa Tompokersan, Lumajang ini, tertangkap tangan mencopet di dalam Pasar Kepanjen. Ia merogoh uang dalam tas milik Juma’asih, warga Desa Mangunrejo, Kepanjen.
Beruntung, ibu enam anak ini tidak sampai menjadi bulan-bulanan warga dan pengunjung Pasar Kepanjen. Masyarakat hanya mencemooh perbuatan wanita berusia 37 tahun ini. Begitu diamankan, Jumaiyah bersama dengan barang bukti uang sebesar Rp 5,2 juta, langsung diserahkan ke polisi.
“Sebetulnya uang korban yang dicopet sebesar Rp 5,6 juta. Namun ketika tersangka kami amankan, hanya tinggal Rp 5,2 juta saja,” ujar Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo.
Mantan Kapolsekta Lowokwaru ini mengatakan, ada pelaku lain yang diduga membantu tersangka dalam mencopet. Keterangan saksi dan korban juga membenarkannya. Hanya dalam pemeriksaan, tersangka ngotot kalau dirinya beraksi sendirian tanpa dibantu oleh siapapun.
“Kami masih akan mengembangkan kasusnya. Tersangka boleh saja menyangkal, namun keterangan saksi dan korban menyatakan kalau ia dibantu oleh temannya,” tutur mantan Kapolsekta Sukun ini.
Tersangka mengaku berangkat dari rumahnya di Lumajang, pagi hari pukul 05.00 dengan naik bus. Ia turun di Terminal Gadang, selanjutnya ganti naik angkot menuju Pasar Kepanjen.
Layaknya pengunjung, tersangka lantas masuk dan terlihat memilih-milih barang. Padahal penglihatan tersangka, selalu tertuju pada pas yang dibawa oleh-ibu. 
Ketika melintas di depan Toko Mas Jaya Makmur, tersangka berhenti setelah melihat korban membawa tass. Ia kemudian mendekat dan memepet tubuh korban.
Begitu ada kesempatan dan korban lengah, tersangka lantas merogoh tas dan mengambil uang. Setelah itu, langsung buru-buru untuk kabur.
Korban yang sadar kalau uangnya telah kecopetan, lanstas berteriak maling sembari menunjuk tersangka. Anak serta manantu korban yang kebetulan berada di lokasi, langsung mengejar dan berhasil menangkapnya, dibantu oleh warga sekitar. 
“Saya dua kali ini datang ke Pasar Kepanjen untuk mencopet. Yang pertama sekitar tiga bulan lalu, namun waktu itu tidak mendapatkan apa-apa. Keduanya tadi (kemarin. red) dan langsung diamankan,” ungkap Jumaiyah.
“Uang hasil mencopet tersebut, sedianya akan saya pergunakan untuk membayar hutang. Saya memiliki hutang pada rentenir, yang bunganya terus bertambah,” sambungnya.(agp/jon)

Berita Lainnya :