Libas Curanmor Wilayah Timur


MALANG - Top markotop! Istilah ini layak disandang anggota Polsek Poncokusumo dan Satreskrim Polres Malang. Hanya dalam sekali gebrak, tiga pelaku pencurian yang meresahkan di wilayah kabupaten Malang sebelah Timur, tertangkap.
Ketiganya tinggal di kecamatan Poncokusumo. Yakni Deni Hermawan, 24, warga Desa Wonomulyo, Udin Prasetyo, 22, warga Desa Karangnongko dan Suparji, 25, warga Sumber Jambe. Para pelaku ini menyasar korban yang meninggalkan motornya di persawahan.
Aksi yang dilakukan Deni Cs ini, sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu. “Korbannya rata-rata para petani yang meninggalkan motornya di sawah,” tutur Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto.
Setidaknya, kata dia, sudah ada 11 TKP pencurian motor yang diakui kelompok ini. “Mereka sangat meresahkan warga Poncokusumo dan Tumpang,” ungkapnya. Andik menerangkan, pengungkapan para tersangka ini bukan hal mudah.
Sebab penyelidikan dilakukan selama berbulan-bulan. “Dari laporan korban, kita kumpulkan informasi. Setelah itu dilakukan penyelidikan dan ditemukan nama-nama para pelaku ini. Mereka berhasil kami bekuk di rumahnya masing-masing saat tidur,” tambah dia.
Saat ditangkap, Deni Cs tidak bisa mengelak karena beberapa barang bukti motor curian ditemukan di rumahnya masing-masing. Modus yang dilakukan ketiganya adalah menunggu korbannya masuk ke dalam ladang atau sawah untuk bertani.
Setelah dirasa aman, mereka yang selalu bersama-sama melakukan pencurian ini, mengambil kunci T dan membongkar lubang kunci kontak. Dipaparkan Andik, mereka memiliki peran masing-masing saat melakukan pencurian itu.
Ada yang menunggu di atas motor, lalu ada yang melihat suasana dan satu pelaku lagi mencongkel lubang kunci kontak. “Tersangka mencari sasaran terlebih dahulu untuk kemudian menunggu waktu yang tepat untuk melakukan aksinya,” tegas dia.
Uniknya, motor itu juga dijual kembali ke petani Dampit yang butuh motor murah dan tanpa dilengkapi surat resmi untuk bekerja ke sawah. Rata-rata, motor berbagai merek itu, dijual dengan harga antara Rp 600.000 hingga Rp 1,2 juta.
Dalam penangkapan itu, enam motor curian yang belum sempat dijual, berhasil disita. Mulai satu motor Yamaha Vega, warna merah hitam, N 5586 JG, dua motor Honda Grand, warna hitam tanpa plat nomor dan satu motor Yamaha Vega, warna merah hitam, N 6268 HHG.
Lalu satu motor Yamaha Jupiter, warna hijau, N 2610 DU dan satu unit motor Happy, warna hitam tanpa plat nomor. Untuk keamanan para tersangka ketiga ketiganya ditahan di sel Mapolres Malang. (eri/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :