Perhutani dan Polisi Sergap Dua Pencuri Kayu


 
MALANG - Pelaku pembalakan liar memang tidak pernah habisnya. Apalagi di wilayah Lawang yang daerahnya rawan dengan longsor. Nyatanya, tidak sedikit kayu Sonokeling yang dicuri dari hutan.  
Salah satunya di hutan petak 151 C Desa Srigading, Lawang. Pelakunya diringkus anggota KPH Malang dan Polres Malang. Tersangkanya adalah Sodikin, 40, warga Dusun Blandongan, Desa Sidoluhur, Lawang dan Supaat, 37, warga Kedungkandang, Kota Malang.
Keberhasilan Perhutani dan Polres Malang menangkap kedua pencuri kayu, dini hari kemarin ini berkat dari informasi yang didapat dari masyarakat sekitar. Hal itu diungkapkan Waka Adm KPH Malang, Ahmad Fadil.
“Kami berhasil menangkap kedua pelaku dengan barang buktinya di Desa Srigading, Lawang. Mereka tidak bisa menunjukkan bukti surat untuk penebangan kayu sehingga langsung kami amankan,” ujarnya. 
Tidak hanya dilakukan pengecekan melalui surat-surat saja, phaknya juga telah mengkroscek ke hutan dan terbukti ada bukti 42 pohon jenis Sonokeling telah ditebang.
“Kayu yang ditebang disembunyikan di rumah Sodikin,” terang Fadil, panggilannya. 
Kayu-kayu curian itu, dipotong dengan panjang 1,5 meter hingga 2,1 meter. Sementara itu, Fadil mengungkapkan, untuk modus yang digunakan oleh kedua tersangka dengan memotong pohon saat malam hari dan menggunakan alat gergaji manual. 
Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka telah melakukannya selama lima hari. “Saat ini kedua tersangka telah kami serahkan ke Polres Malang. Dari pemotongan kayu illegal tersebut, kerugian yang diderita pihak Perhutani sekitar Rp 25 juta,” pungkasnya. (eri/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :