magista scarpe da calcio OTT Amankan Dua Pegawai BPN


OTT Amankan Dua Pegawai BPN



MALANG –  Tim Saber Pungli Mabes Polri bersama Polres Malang Kota menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Malang. Menurut Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan, dua pegawai berinisial AO dan BR diamankan dalam operasi tersebut. Keduanya diduga melakukan pungutan liar.
Kepada wartawan, Hoiruddin juga menyebutkan, selain mengamankan dua pegawai, operasi di Kantor BPN Kota Malang kemarin petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang dan dokumen.
”Jumlah uangnya masih dihitung,’’ kata Hoiruddin.  Namun menurut sumber yang diterima Malang Post, uang tersebut senilai Rp 5 juta.
Kepada wartawan, Hoiruddin juga enggan menjelaskan detail  tentang pungutan liar yang dilakukan keduanya, karena kedua pegawai ini masih dimintai keterangan.
”Sekarang masih dimintai keterangan. Status mereka juga masih terperiksa,’’ ucap perwira menengah dengan dua melati di pundak ini.
Dia mengatakan, pihaknya memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan terhadap kedua pegawai tersebut.
”Saat ini statusnya masih terperiksa, kita dalami dulu. Insya Allah besok (hari ini) semuanya jelas dan kita lakukan release,’’ ucap Hoiruddin.
Terkait dengan operasi itu, dilakukan pukul 11.00. Saat itu tim Saber Pungli mendatangi Kantor BPN Kota Malang. Selama satu jam operasi dilakukan, selanjutnya para petugas keluar dan mengamankan dua pegawai.
”Nggak lama kok tadi, begitu mendapatkan bukti, anggota tim langsung balik kanan, dengan membawa dua pegawai di sana,’’ tandasnya.
Sementara itu, Gunadi salah satu petugas keamanan di Kantor BPN Kota Malang membenarkan kantor tempatnya bekerja didatangi tim saber pungli. Namun Gunadi sendiri tidak tahu menahu apakah mereka melakukan OTT atau tidak.
Menurut Gunadi, tim saber pungli datang dengan dua unit mobil. Sebelum masuk, salah satu anggota tim sempat permisi, dan mengatakan mereka dari tim saber pungli.
”Saya tahunya mereka tim saber pungli setelah memperkenalkan diri dan langsung saya persilakan masuk,’’ katanya.
Gunadi tidak tahu aktivitas tim Saber Pungli di dalam kantor. Karena selama anggota tim masuk, dia tetap berada di luar untuk menjaga keamanan.
”Yang dilakukan apa, saya tidak tahu. Yang jelas pas keluar salah satu anggota tim membawa berkas-berkas,’’ tambahnya.
Sementara anggota petugas keamanan lain juga mengatakan hal sama. Dia yang meminta namanya tak disebutkan di koran membenarkan ada tim saber pungli datang ke kantor tempatnya bekerja. Bahkan, dari kedatangan itu dia menyebutkan ada dua pegawai yang diamankan. Yaitu atas nama Agus dan Anis.
 Satpam tersebut tidak menyebut nama lengkap Agus dan Anis. Tapi dia menyebutkan Agus merupakan orang baru di Kantor BPN. Sementara dari papan struktur pegawai yang terpasang di Kantor Pertanahan ada dua nama Agus.
Yakni Agus Prasmono menjabat sebagai Kasi Penataan Pertanahan dan Agus Wibowo yang menjabat sebagai Kasi Pengadaan Tanah. Sedangkan BR di duga kuat adalah Bekti Anistama Rianingtyas. Dia menjabat sebagai Kasubsi Penatagunaan Tanah dan Kawasan Tertentu.

Rumah Dinar Tertutup Rapat
Kediaman notaris Dinar Fatmawati Risantoso yang disebut-sebut terlibat dalam OTT Saber Pungli dua pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Malang terlihat sepi. Kediaman Dinar di Jalan Raya Sulfat Perum Bumi Meranti Wangi C-5 ini juga menjadi alamat kantor notarisnya.
Menurut pantauan Malang Post, kediaman Dinar terlihat berukuran lebih besar dibandingkan rumah sekelilingnya. Pasalnya tidak hanya menjadi kantor dan rumah, kediaman Dinar juga membuka semacam praktik konsultasi kesehatan. Bagian depan rumah terbagi dua sisi dengan dua pintu berbeda. Satu pintu untuk melayani kesehatan, pintu lainnya merupakan jalan untuk pelayanan notaris.
Saat Malang Post mendatangi kediaman Dinar sekitar tiga jam usai OTT,  rumah ini tertutup rapat dan digembok di berbagai sisi. Akan tetapi terdapat sebuah mobil yang bertengger di depan rumah yang memiliki berbagai ornamen ini. Menurut salah seorang satpam jaga yang berada tidak jauh dari kediaman Dinar, mobil tersebut milik suami dari Dinar.
“Itu ada orangnya didalam, ada mobilnya kok itu,” papar satpam jaga ini.
Ia juga menambahkan, dirinya tidak melihat aktivitas signifikan di rumah tersebut saat berjaga di pos satpam. Satpam ini mengatakan lagi, biasanya Dinar tidak bepergian kemana-mana karena kantornya berada di rumah itu.
“Ya biasanya di rumah saja ibunya (Dinar,red),” ungkap pria bertubuh besar ini.
Sekitar satu jam, Malang Post mencoba mengonfirmasi untuk bertandang di kediaman Dinar. Akan tetapi rumah dan seisinya tetap tidak bergeming. Tidak ada satupun penghuni rumah yang keluar dan menjawab panggilan. (ira/ica/han)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang