magista scarpe da calcio Curiga Masalah Asmara


Curiga Masalah Asmara


 
MALANG - Motif di balik aksi nekat Suliono, 30, yang menghabisi nyawanya dengan gantung diri, akhirnya terungkap. Warga asal Desa Sidorenggo, Ampelgading ini, bunuh diri diduga karena masalah asmara. 
Sejak lima tahun lalu, bapak satu anak ini telah pisah ranjang dengan istrinya.
“Dia memang asal Desa Sidorenggo. Namun sejak menikah tinggal di Pronojiwo, Lumajang. Setahu kami, lama pisah ranjang dengan istrinya,’ ujar Herianto, Kepala Desa Sidorenggo.
“Bahkan, sekitar dua bulan ini tidak pernah pulang,” tambahnya ketika mengambil jenazah Suliono di kamar mayat RSSA Malang, Kamis (2/11) malam.
Mungkin karena masalah asmara itulah, Suliono yang merasa tidak kuat menghadapi kenyataan hidup. Ia  memilih bunuh diri dengan cara gantung diri dan meninggalkan seorang anak yang masih kecil.
Karena kematian Suliono dianggap sebagai musibah, jenazah hanya dimintakan visum luar saja. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Kamis malam jenazah dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan.
Sementara itu, dari pernyataan beberapa saksi teman kerja korban, ada informasi kalau Suliono pernah menjalin asmara dengan salah satu tenaga kerja wanita (TKW). Hanya siapa wanita tersebut, tidak jelas.
Namun beberapa hari sebelumnya, sempat terjadi pertengkaran lewat telepon. Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Purnomo, dikonfirmasi mengatakan masih terus mendalami kasus bunuh diri Suliono. Terkait motif asmara, masih belum jelas karena pihak keluarga belum dimintai keterangan dengan alasan keluarga masih dalam kondisi berduka.
“Informasinya seperti itu tetapi kami masih belum mendapat keterangan resmi dari keluarganya,” terang Purnomo.
Seperti diberitakan, warga sekitar Jalan Kauman Gang I, Desa Talok, Turen, Kamis siang lalu gempar. Seorang karyawan pengolahan biji plastik, ditemukan tewas gantung diri di dalam gudang. Yakni Suliono, 30, warga Dusun Jagalan, Desa Sidorenggo, Ampelgading. (agp/mar)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top