Yayasan Pendidikan Taman Harapan Bermasalah



MALANG - Yayasan Pendidikan Taman Harapan yang berkedudukan di Jalan Dr Cipto 9 Malang diduga bermasalah. Beberapa pihak lain, diinformasikan berani mengaku dan mengatasnamakan sebagai pembina, pengurus ataupun pengawas yayasan tersebut.
Buntut dari tindakan melawan hukum yang mengatasnamakan sebagai Yayasan Pendidikan Taman Harapan Malang tersebut, pembina, pengurus dan pengawas yang disusun berdasarkan Akta Penegasan No 10 tanggal 15 Juli 2017 di notaris Dyah Widhiawati, SH, M.Kn bereaksi keras.
Kemarin, melalui Law Firm Gunadi Handoko & Partners, kuasa hukumnya mengumumkan nama-nama susunan pembina, pengurus dan pengawas yang disahkan notaris tersebut, di salah satu media cetak Malang. Disitu tertulis, Ketua Pembina adalah Prof. Dr. Siusana Kweldu.
Anggotanya yakni Soegianto Tjondro, Sugeng Tjendroso, Djohan Tjahjana dan Sardjono. Sementara susunan pengurus, disebutkan Ketua Umum yaitu Prof. Dr. Tjaturono , M.MT, Ketua I, J.P Suhardjo dan Bendahara Umum, Elisabet Natalia, SE.
Sedangkan Bendahara I dipegang Prof. Dr. Ir. Lily Montarcih M.Sc, serta Sekretaris, Drs Achmad Asfali. Sementara Pengawasnya adalah Yudhistira S.Sn. Pengumuman itu ditujukan kepada notaris/PPAT, bank, kantor pertanahan Kota Malang, orang tua murid dan khalayak umum.
Masih dalam pengumuman ini, ditegaskan bila mereka tidak akan bertanggung jawab atas kerugian dan segala akibat hukum yang timbul bila ada bentuk transaksi-transaksi ataupun pengalihan hak yang dilakukan oleh pihak tak berwenang.
Gunadi Handoko SH, yang didampingi tiga pengacara lainnya, Lia Wanda, SH, Edwin Krisnawanto, SH dan Bakhtiar Panji Taufiq, SH meminta agar masyarakat berhati-hati dan menangguhkan transaksi-transaksi tersebut.
Tim kuasa hukum juga akan menempuh jalur hukum baik pidana dan perdata, bila ditemukan transaksi yang dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan sebagai pembina, pengurus dan pengawas yayasan yang memiliki sekolah di Jalan Aris Munandar Malang ini.
Sayangnya, dikonfirmasi perihal dugaan polemik Yayasan Pendidikan Taman Harapan Malang, Gunadi enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan kasusnya sudah lama, namun nuasanya besar.
Ia juga enggan menjawab pertanyaan siapa pihak-pihak yang diinformasikan mengaku mengaku dan mengatasnamakan sebagai pembina, pengurus ataupun pengawas yayasan pendidikan tersebut.
“Klien minta pertemuan ditunda minggu depan. Nanti ada konferensi pers bersamaan. Mereka maunya pengurus hadir semua,” tegas Ketua DPC Peradi Malang ini melalui sambungan WhatsApp kepada Malang Post. (mar)  

Berita Lainnya :